Sejumlah pakar keselamatan publik bakal hadir di PS Indo 2019. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Ini merupakan isu penting yang akan dibahas dalam Konferensi Public Safety Indonesia (PS Indo) 2019. Nantinya, akan dibahas 3 tema penting terkait keselamatan publik adalah kebutuhan, sekaligus isu utama, bagi warga perkotaan.

Apalagi, seiring pembangunan infrastruktur yang terus meningkat tanggungjawab utama dari keselamatan publik berada di pundak pemerintah. Namun, keselamatan publik itu akan terwujud secara optimal dibutuhkan peran serta dari masyarakat.

“Bagaimanapun, kolaborasi dengan sejumlah pihak penunjang keamanan publik perlu ditingkatkan. Datangnya era industri 4.0, dimana transformasi digital dan disrupsi berlangsung di segala bidang kehidupan manusia, dapat menyebabkan persoalan keselamatan publik kian sulit untuk dipenuhi,” jelas Rahmant Anwar Sales Manager PS Indo 2019 melalui siaran pers, di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Menurut Anwar, kolaborasi pemerintah kota dengan berbagai elemen masyarakat, pakar akademis, pelaku bisnis, dan pihak kepolisian menjadi suatu kebutuhan yang harus disinergikan untuk mewujudkan keselamatan publik.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, PT. Adhouse Clarion Events menggelar konferensi dan pameran keselamatan publik bertajuk Public Safety Indonesia Conference & Expo 2019.

Acara ini akan berlangsung selama tiga hari, pada 27 Februari sampai 1 Maret 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Selain tema penting soal keselamatan publik, acara PS Sindo juga melibatkan sejumlah pakar keamanan untuk berbagi wawasan serta pengelaman mereka secara profesional. Kemudian 3 topik penting yang akan dibahas dalam konferensi keselamatan publik;

1. Smart City

Dari sisi pemerintahan, Kepala UPT Smart City DKI Jakarta, Setiaji, akan berbicara pada hari pertama konferensi, Kamis 28 Februari 2019, dengan topik: Smart City for Better Public Safety : Why Smart City is the Answer?

Beberapa tahun lalu, konsep Jakarta Smart City dicanangkan pemerintah provinsi DKI Jakarta. Setiaji kemudian menjadi nahkoda dibalik implementasi smart city di Jakarta.Ia memiliki tanggung jawab besar untuk mengendalikan Jakarta menjadikota yang terhubungteknologi, namunjugamenyediakanpelayananterbaikbagiwarganyadariberbagailapisan.

Konsepkotapintarditerapkanuntukmenciptakansolusipermasalahanmasyarakat yang lebihefisiendan mengoptimalkan pelayanankepadapublik. Keberadaan Jakarta Smart City diharapkandapatmembantu pemerintahmeningkatkankualitashidupwarga Jakarta secarakeseluruhan.

2. Sistem Keamanan di Sekolah

Pada hari yang sama, konferensi keselamatan publik akan mengupas tentang sistem keamanan di sekolah. Isu keamanan sekolah telah menimbulkan keresahan bagi para orang tua murid terhadap anak-anak mereka. Apa yang semestinya dilakukan ketika ancaman keamanan tersebut datang dari dalam sekolah?

Prof. Dr. DjismanSimandjuntak, RektorUniversitasPrasetiyaMulya, bersama para panelis lainnya, akan mengupas topik sistem keamanan sekolah tersebut. Topik yang penting bagi para guru, staf sekolah, murid, dan para orang tua ini akan memberikan isnight tentang langkah-langkah yang mesti diambil.

Para pakar keamanan akan memberikan pengalaman praktis tentang cara mempromosikan penerapan teknologi yang efektif untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan sekolah.

3. Keselamatan Publik pada Infrastruktur

Selanjutnya, diskusi panel bertema Security for “Smart” Critical Infrastructure, akan mengisi hari kedua konferensi keselamatan publik. Dalam diskusi ini, akan dibahas tentang pihak mana saja yang perlu terlibat dalam memberikan upaya kerjasama untuk menyelaraskan sistem transportasi yang ada saat ini dan di masa mendatang.

RamaRaditya, M.Sc Chief Executive Oficer Qluebersama Presiden Direktur PT AdhiKarya, Ir. Budi Harto dan dua panelis lainnya akan membahas tema keselamatan publik pada sistem transportasi tersebut.

Qlue merupakan startup layanan publik yang berdiri tahun 2014. Hingga saat ini, Qlue telah berkiprah di lebih dari 15 kota, bekerja sama dengan pemerintah kota, lembaga-lembag pemerintah, pengembangan properti, dan departemen kepolisian daerah, serta lembaga pemerintah untukmemberikanberbagaisolusi Smart City.

Sementara itu, PT Adhouse Clarion Events (ACE) sebagai penyelenggara konferensi ini bersama dengan Divisi Humas Polri dan didukung oleh sejumlah asosiasi lain. Asosiasi tersebut diantaranya seperti Asosiasi Industri System Keamanan Indonesia (Aiskindo), Asosiasi Pengusaha Teknologi Informatika Nasional (Aptiknas), American Society for Industrial Security (ASIS), Asosiasi System Integrator dan Security Indonesia (Asisindo), Building Engineer Association (BEA), GabunganPelaksanaKonstruksi Indonesia (Gapensi), Ikatan Engineers Indonesia (Ikei), dan sejumlah pemangku kepentingan.