Like Suryanti. (Foto: ist)
Like Suryanti. (Foto: ist)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Terkait rencana aksi unjuk rasa, dinilai tak akan mempengaruhi bisnis properti di Indonesia.

Namun demikian, para pelaku bisnis properti berharap rencana aksi demo yang akan dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat di Jakarta pada 4 November nanti, tidak terjadi anarkis.

“Kalau untuk aksi unjuk rasa diharapkan bisa berlangsung secara tertib dan aman, tidak terjadi anarkis yang dapat merugikan bangsa Indonesia,” tegas Konsultan Properti Like Suryanti, saat dihubungi INAPEX.co.id, disela-sela Musyawarah Nasional (Munas) ke III Asparindo di Bogor, Selasa (1/11).

Sehingga, masih dikatakan Like, seluruh upaya untuk meningkatkan bisnis di Indonesia, khususnya disektor properti tidak sia-sia. “Jangan sampai gara-gra demo, nanti para investor asing tidak percaya lagi untuk berinvestasi di Indonesia,” ungkap Like.

Dalam kesempatan itu, Like Suryanti juga menambahkan tentang PT. Eureka Prima Jakarta Tbk saat ini sedang bekerjasama mengembangkan sejumlah proyek properti diantaranya seperti Kemang Penthouse dikawasan Antasasi dan Pembangunan Pasar Grosir Asparindo di Ciledug.

Sementara itu, secara terpisah sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga ikut angkat bicara soal rencana aksi unjuk rasa tersebut. Menurutnya, demonstrasi adalah hak demokratis bagi setiap warga Indonesia.

“Silakan! Boleh saja mau demonstrasi tapi yang penting jangan memaksakan kehendak atau yang merusak, yang anarkis. Ini yang tidak boleh,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai menghadiri acara Hari Menabung Nasional, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (31/10) pagi.

Menurut Presiden, pemerintah terus akan menjamin setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, tetapi tetap mengutamakan ketertiban umum.

“Saya sudah memerintahkan kepada aparat untuk bersiaga dan menjaga, dan melakukan tugasnya dengan profesional jika ada tindakan anarkis oleh siapapun,” ungkap Presiden seraya menegaskan kembali, bahwa demonstrasi adalah hak demokratis setiap warga.

Saat ditanya wartawan mengenai posisi dirinya pada 4 November mendatang, Presiden Jokowi menegaskan ada di tanah air. “Tanggal 4 November, Presiden ada di Indonesia,” tegasnya.

Menanggapi perbincangan di media sosial yang dikeluhkan sejumlah pihak, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa berbicara di media sosial juga hak demokratis. Tapi ia mengingatkan, ada batas-batasnya, ada etikanya, ada sopan santunnya di situ. “Juga ada undang-undangnya yang mengatur itu. Hati-hati,” tuturnya.