Ini Alasan Kemang Harus Jadi Pilihan Lokasi Rumah Anda
Kemang (Foto: rumahdijual)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Pasca banjir dan upaya yang tengah dijalankan pihak Pemprov DKI Jakarta nyatanya tak mempengaruhi nilai jual kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Banjir yang merendam sebagian kawasan Kemang dianggap bukan alasan untuk khawatir tinggal di kawasan ini.

Begitulah paparan Direktur ERA Vigo, Ridwan Goh, di Jakarta, Rabu (26/10), berhubungan dengan perkembangan kawasan Kemang beberapa bulan terakhir. Menurutnya, Kemang masih jadi primadona.

“Minat konsumen dan investor untuk menggarap Kemang tetap tinggi. Adanya genangan beberapa waktu tidak mengurangi minat itu,” jelas Ridwan.

Menurut Ridwan, lokasi Kemang dinilai strategis, terletak di selatan, dekat dari pusat kota, dan mudah diakses. Penghuni dan investor, tambah dia, dapat memperoleh seluruh kebutuhan hidup misalnya keperluan rumah tangga, kuliner, hiburan, pendidikan, perkantoran, bisnis, dan layanan publik.

“Secara umum kawasan selatan memang masih favorit untuk konsumen. Khususnya, bagi kalangan pembeli end user yang mencari hunian untuk tempat tinggal,” tutur Ridwan.

Di sisi lain, peningkatan nilai unit properti di kawasan tersebut terbilang menarik. Untuk pasaran harga apartemen dengan patokan harga Rp.1,5 miliar sampai Rp.2,5 miliar misalnya, bisa diestimasikan menjanjikan keuntungan (gain) sampai 100 persen dalam jangka waktu tiga tahun (36 bulan).

“Itu bisa didapatkan konsumen yang membeli unit saat proyek mulai diperkenalkan atau dengan kata lain saat masih gambar. Tentunya, hal itu juga melihat posisi dari proyek tersebut berada,” paparnya.

Pasalnya, diketahui bahwa konsumen memiliki kebiasaan umum ketika memulai pencarian properti, yaitu harus menyandang tiga kunci suksesnya diantaranya lokasi, harga, dan desain.

“Berdasarkan analisa, masyarakat yang semakin mapan dari sisi umur tidak lagi mementingkan desain dan harga. Golongan ini punya kecenderungan lebih terfokus pada lokasi,” kata Country General Manager salah satu situs Indonesia, Ignatius Untung pada pemaparan hasil Sentiment Survey H2/2016 di Jakarta.

Pembeli properti mempunyai perilaku umum dengan mendatangi pameran untuk mengumpulkan seluruh detail rumah yang diinginkan dalam satu waktu. Hal tersebut dinilai lebih efisien dan terpercaya dibandingkan harus menyambangi satu demi satu lokasi yang dituju.

Selanjutnya orang tersebut akan memilah mana hunian yang cocok untuknya dan mengambil (booking fee) saat pameran yang biasanya menawarkan harga lebih rendah dari biasanya.

“Masyarakat semakin teredukasi bahwa semakin lama menahan diri membeli properti, hal itu akan berarti harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan hunian di lokasi yang sesuai keinginan,” papar Untung.

Singkat kata, kawasan yang semula dikenal dengan nama Kampung Kebon tersebut tetap jadi kawasan primadona. Oleh sebab itu, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus ikut menjaga pertumbuhan kawasan ini dengan merancang kebijakan-kebijakan untuk membuat nyaman para penghuni.

(kps)