Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)
Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id –  Ternyata ini yang menjadi alasan Kota Jakarta, menjadi lokasi favorit untuk berinvestasi properti khususnya bagi pengembangan hunian. Kota Jakarta dan Tangerang menjadi lokasi favorit para pencari properti di Indonesia, terutama untuk hunian. Demikian berdasarkan hasil survey Property Affordability Sentiment Index kuartal IV 2016 dari salah satu portal properti di Indonesia.

Sementara Property Affordability Sentiment Index yaitu sebuah survei tahunan yang dilakukan oleh portal property tersebut yang bekerja sama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura, dengan total 1.030 responden yang dilakukan pada bulan November-Desember 2016.

Kemudian hasil riset tersebut memaparkan bahwa pasokan hunian di Jakarta dan Tangerang mengalami penurunan pada kuartal IV 2016 lalu.

Data ini diperoleh dari Property Market Index berdasarkan perilaku 3,4 juta pengunjung yang mengakses 17 juta halaman properti setiap bulan.

Wasudewan, Country Manager  dari portal tersebut menjelaskan, minat masyarakat terhadap hunian di wilayah Jakarta dan Tangerang tetap kuat. Namun pasokan hunian di kedua wilayah tersebut ternyata malah menurun pada kuartal IV 2016.

Lebih lanjut dikatakan Wasudewan, pada kuartal II dan III tahun 2016 lalu, pasokan hunian di Jakarta tumbuh 5 persen dan 3 persen. Tapi di kuartal IV, pasokan turun sebanyak 8 persen.

Kondisi yang sama juga terjadi di Tangerang, Banten, yang lokasinya berbatasan dengan Jakarta. Pada kuartal II dan III tahun 2016 lalu, pasokan hunian di Tangerang tumbuh 2 persen dan 3 persen. Namun pada kuartal IV 2016, turun sebanyak 6 persen.

“Adanya aksi massa berjumlah besar yang terjadi pada kuartal IV 2016 lalu serta adanya kampanye Pilkada DKI Jakarta dan Banten membuat para penjual properti memilih bersikap wait and see,” kata Wasudewan.

Wasudewan menilai kondisi pasokan yang belum tumbuh signifikan mungkin akan terus berlanjut setelah melewati putaran kedua Pilkada DKI di bulan April 2017 mendatang. Sekaligus, datangnya bulan Ramadhan serta Idul Fitri pada bulan Mei – Juni 2017.

 

Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)
Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

Secara umum, Jakarta Selatan menawarkan pasokan hunian paling besar dibanding wilayah lain di ibukota, dengan jumlah sekitar 40 persen. Disusul Jakarta Barat (21 persen), Jakarta Timur (19 persen), Jakarta Utara (13 persen) dan Jakarta Pusat (6 persen). “Komposisi ini tidak berubah secara signifikan sepanjang tahun lalu berdasarkan data Property Market Index,” ujarnya.

Secara terpisah, Indonesia Property Watch (IPW) menilai siapa pun pemimpin Jakarta harus menjamin kepastian investasi di sektor properti.

“Siapa pun gubernurnya. Hal ini diperlukan agar tidak muncul ketidakpercayaan dunia usaha atas komitmen pemerintah terhadap kepastian hukum,” kata Direktur Eksekutif IPW, Ali Tranghanda.

Ia menegaskan pergantian pimpinan kepala daerah, termasuk Jakarta, tidak boleh gampang mengubah berbagai ketentuan yang telah dibuat pemimpin sebelumnya.  “Pemimpin baru tidak boleh menabrak kepastian hukum investasi,” katanya.