ilustrasi (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Teliti sebelum membeli properti, setidaknya pepatah itu mengisyaratkan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika ingin beli rumah ataupun apartemen. Sebaiknya, Anda perlu mengetahui tentang alasan beli property harus dilakukan diawal tahun.

Oleh karena  itu, biasanya rasa penyesalan pasti datang setelah konsumen membeli property dilakukan secara terburu-buru tanpa harus memikirkan dampak dikemudian hari. Kemudian salah satu persoalan yang akan bikin pusing konsumen property diantaranya seperti soal kelebihan tanah.

Untuk mencegah timbulnya konflik, pengembang harus bersikap kooperatif dan jujur pada konsumen. Bahkan persoalan itu sering timbul, setelah konsumen melakukan transaksi secara tergesa-gesa dan lebih fokus pada kondisi bangunan maupun lokasi yang ditawarkan pengembang sangat strategis.

Namun demikian, sebenarnya ada yang lebih penting dan sangat fatal jika kondisi luas tanah tidak pernah diperhatikan konsumen.

Tak hanya itu, peristiwa juga bisa terbalik yaitu adanya pengembang yang menuntut membayar harga kelebihan tanah. Dalam kasus itu, biasanya kelebihan tanah jelas lebih besar daripada luas yang akan tercantum disertifikat haknya.

Sedangkan konsumen yang satunya, keberatan dengan batas-batas kelebihan tanah yang harus dibayar ke pengembang.

Akibatnya, mereka tidak mempunyai pilihan lain kecuali harus segera membayar harga kelebihan tanah yang sudah ditentukan (seolah-olah secara sepihak dan sewenang-wenang,red) oleh pengembang.

Bila mereka tidak segera melunasi harga kelebihan tanah itu, maka konsekwensinya tidak bisa melakukan penandatanganan AJB (Akta Jual Beli) di hadapan Notaris/PPAT. Artinya, mereka tidak akan memiliki sertifikat hak tanah yang dibelinya atas nama konsumen tersebut.

TAk Dihitung Dalam KPR

Sementara itu, bagi konsumen yang membeli rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR), harga kelebihan tanah tidak termasuk harga yang diperhitungkan dalam KPR.

Dengan demikian konsumen harus menyiapkan dana cadangan di muka, di samping dana cadangan lainnya seperti booking fee, uang muka, biaya notaris, pajak-pajak terkait, provisi bank, dan biaya-biaya administrasi lainnya.

Di luar booking fee dan uang muka, konsumen seharusnya menyediakan dana tunai di muka sekitar 10% dari nilai transaksi. Oleh karena itu bila tidak ada persiapan sebelumnya, membayar harga kelebihan tanah terbukti cukup memberatkan posisi konsumen dalam proses transaksi.

Untuk itu, disarankan masyarakat bisa lebih teliti sebelum beli property dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya serta sebaiknya tetap bersabar menunggu diawal tahun.