Driver Go-Jek minati KPR Mikro. (Foto: istimewa)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Ingin punya rumah sendiri, ribuan driver Go-Jek ini, menyerbu layanan Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Mikro dengan uang muka atau down payment (DP) 1 persen.

Kendati masih terganjal sejumlah persoalan terkait sertifikat tanah, namun program yang diinisiasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terlihat sangat diminati driver Go-Jek.

Seperti diketahui, driver Go-Jek ini merupakan kategori pekerja informal dengan penghasilan tidak tetap. Bahkan sejuah ini, mereka kesulitan mengajukan KPR di bank karena tidak memiliki slip gaji sebagai bentuk bukti penghasilan per bulan.

“Sudah ada 1.600 driver Go-Jek yang mengajukan aplikasi KPR Mikro,” ujar Direktur Konsumer Bank BTN Handayani, di Gedung Bank BTN, Jakarta, baru-baru ini.

Handayani menuturkan, pembayaran cicilan KPR Mikro ini bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan kreditur, yakni harian, mingguan, dan bulanan.

Para driver Go-Jek tersebut, kata Handayani, lebih banyak yang memilih untuk mencicil KPR Mikro secara harian. Selain driver ojek daring, pekerja informal peminat KPR Mikro juga berasal dari pedagang dan nelayan. “Pedagang bakso dan mie mencicil harian, karena setiap hari dapat penghasilan,” tutur Handayani.

Sedangkan nelayan, sebut dia, cenderung membayar cicilan secara mingguan karena tidak setiap hari pergi melaut. Ia menambahkan, melalui KPR Mikro masyarakat bisa mengajukan kredit untuk merenovasi, membangun, atau membeli rumah dengan total maksimal Rp 75 juta.

Sejauh ini, kebanyakan pengajuan kredit untuk membangun rumah di atas tanah sendiri dan merenovasi rumah tidak layak huni. Namun, penyerapannya membutuhkan waktu karena terhambat proses sertifikasi tanah. Pasalnya, tanah masyarakat yang tengah mengajukan KPR Mikro tidak berstatus Hak Milik.

Menurut Handayani, untuk mengatasi hal tersebut, Bank BTN akan bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam rangka percepatan sertifikasi.

Sementara itu, Go-Jek adalah sebuah perusahaan teknologi berjiwa sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai sektor informal di Indonesia.

Perusahaan ini, sedikitnya bermitra dengan 200.000 pengendara ojek yang berpengalaman dan terpercaya di Indonesia, untuk menyediakan berbagai macam layanan, termasuk transportasi dan pesan antar makanan. Kegiatan Go-Jek bertumpu pada tiga nilai pokok, kecepatan, inovasi, dan dampak sosial.

Para driver Go-Jek mengaku bahwa pendapatan meningkat semenjak bergabung sebagai mitra. Driver Go-Jek juga mendapatkan santunan kesehatan dan kecelakaan, serta mendapat akses melalui aplikasi.