Indonesia Diprediksi Kalahkan Vietnam, Pemimpin Investasi Properti
Tower Ho Chi Minh, Vietnam (Foto: scootersaigontour)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Konsultan investasi perumahan JLL merilis data yang menuturkan Vietnam merupakan negara di Asia Tenggara yang memimpin dalam hal investasi properti.

Pasalnya, di tengah melemahnya perekonomian global, pertumbuhan di Asia Tenggara dapat mencapai 5 persen per tahun yang dipengaruhi sektor properti.

Peluang besar investasi properti di negara ini terletak pada perumahan, perkantoran, dan pertokoan.

Kepemilikan ruang kantor di ibu kota Ho Chi Minh sebanyak 95 persen pada kuartal keempat tahun 2016.

Sedangkan untuk, kepemilikan pertokoan sekitar lebih dari 92 persen dalam periode waktu yang sama.

Sementara itu pada sektor perumahan, total apartemen baru yang dirilis pada tahun 2015 hingga 2016 naik sekitar 46 persen.

Pada tahun 2016, investasi asing yang dikeluarkan untuk Vietnam sebanyak 15,8 miliar dollar AS atau setara dengan Rp.210,5 triliun.

Terutama untuk sektor perumahan, dana investasi yang ditanamkan sekitar hampir 1,7 miliar dollar AS atau ekuivalen Rp.22,6 triliun.

Dalam rilis yang diterima pers, Managing Director JLL untuk Singapura dan Asia Tenggara Chris Fossick mengatakan bahwa kenaikan dana investasi properti di Vietnam dipengaruhi perubahan kabinet pemerintah dan kelonggaran aturan untuk investasi asing.

“Sektor perumahan melonjak sejak tahun 2015. Hal itu didorong oleh struktur pemerintahan Vietnam yang baru. Keadaan itu menghasilkan adanya persyaratan keuangan yang lebih kuat untuk pengembang properti dan aturan investasi asing yang lebih longgar,” tutur Chris.

Indonesia juga menjadi negara di kawasan Asia Tenggara yang perekonomiannya diperkirakan akan mengalami lonjakan. Hal tersebut dipengaruhi sektor logistik yang tumbuh signifikan.

Sebelumnya, sektor ini tersendat karena tantangan infrastruktur dan regulasi. Akan tetapi, saat ini beberapa kebijakan yang diterbitkan Presiden Joko Widodo berhasil membuat kemajuan pembangunan infrastruktur dan perbaikan dalam birokrasi.

“Potensi sebenarnya sudah ada dan stabilitas politik dan ekonomi mampu memperbaiki pertumbuhan akan permintaan pada sektor logistik,” ungkap Chris.

Selain itu, pelaku bisnis properti mengaku optimis terhadap penjualan di tahun 2017 terus meningkat. Diantaranya penjualan rumah dan kavling diprediksi juga akan terus melambung, seiring pertumbuhan ekonomi nasional.

Tak hanya menjual rumah siap huni, namun kecenderungan pelaku bisnis property juga memasarkan kavling siap bangun dikawasan padat penduduk.

Direktur Musawaland, Hamzah Musawa membenarkan, tren para pelaku bisnis properti menjual kavling siap bangun di sejumlah lokasi strategis.

”Kami optimistis tahun ini bisa lebih baik. Sebab, kebutuhan orang akan tempat tinggal di Kota Semarang selalu ada. Selain itu, harga properti semakin tinggi, akhirnya pelaku bisnis bersaing menyediakan kavling dan rumah dengan harga terjangkau atau kompetitif,” jelas Hamzah, yang membuka 50 kavling siap bangun di Mangunharjo, Durenan, Tembalang, belum lama ini.

(kps)