Ilustrasi diperagakan model. (Foto: inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Ideal untuk bisa memiliki rumah dengan cara kredit, tentunya harus bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan. Apalagi, mewujudkan impian mempunya rumah sendiri tersebut menjadi harapan bagi setiap orang. Kendati demikian, dengan kondisi penghasilan yang pas-pasan, keinginan itu harus tertunda. Lebih parahnya lagi, kondisi tersebut harus berlarut-larut terlalu lama.

Faktanya, sulit rasanya mengatakan para generasi muda saat ini bisa memiliki rumah. Pasalnya, harga hunian terus meroket setiap tahunnya. Jika tidak gerak cepat, maka harganya akan semakin tak terjangkau oleh penghasilan.

Apalagi, sekarang ini rata-rata penghasilan para pekerja swasta banyak yang masih di angka Rp 3 jutaan per bulannya. Apakah dengan penghasilan tersebut bisa memiliki rumah. Perencana Keuangan, Agustina Fitria Aryani mengatakan, mereka yang memiliki penghasilan sebesar itu masih bisa memiliki rumah. Dengan catatan, rumah yang mereka cicil tidak lebih dari angka cicilan sehat untuk keuangan yang sebesar 30 persen dari gaji. “Ada klien itu rata-rata gaji mereka 3,3 juta, nah kalau untuk dicicil sehat itu palingan Rp 1,2 juta,” ujar Agustina Fitria Aryani, saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Agustina juga menyarankan agar para kaum milenial bisa membeli rumah dengan menggunakan skema KPR subsidi yang ditawarkan oleh perbankan. Sebab, skema tersebut tawarkan kepemilikan rumah dengan cicilan yang ringan.

“Tapi kalau mereka gaji segitu kan bisa ngambil KPR subsidi jangan komersil, karena gaji mereka masih di bawah Rp 4 juta. Kalau ambil skema itu palingan cicilan bisa di bawah Rp 1 juta,” tambah Agustina Fitria Aryani.

Kendati terlihat tidak mewah, masih dikatakan Agustina Fitria Aryani, paling tidak pada kaum milenial bisa memiliki hunian sendiri. Kalangan ini pun tidak akan bingung dengan tempat tinggal saat telah menikah.

Disamping itu, para generasi micin ini pun juga tidak perlu khawatir dengan harga rumah yang terus meningkat setiap tahunnya. “Mungkin bukan rumah impian lah, tapi paling tidak mereka punya tempat tinggal sendiri,” pungkas Agustina Fitria Aryani.