Ilustrasi. (Foto; pixabay)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Izin Mendirikan Bangunan atau biasa dikenal dengan IMB adalah perizinan yang diberikan Kepala Daerah kepada pemilik bangunan.Tujuannya bisa untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, atau merawat bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku.

IMB merupakan salah satu produk hukum untuk mewujudkan tatanan tertentu sehingga tercipta ketertiban, keamanan, keselamatan, kenyamanan, sekaligus kepastian hukum.

Oleh karena itu, guna memudahkan kalangan arsitek dalam membuat sebuah konsep awal,desain, hingga gambar kerja, dan juga membantu mengurus perijinan sebuah proyek ke Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta. Maka Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DKI Jakarta menggandeng perusahaan teknologi Piranusa untuk menghadirkan aplikasi Software ZWCAD-IAI.

Menurut Ketua IAI-DKI Jakarta, Stevanus J. Manahampi, aplikasi ini bisa menjadi solusi percepatan pemrosesan perizinan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) di PTSP.

“Ini salah satu kemudahan yang di dapat dari aplikasi baru yang kami buat, selain yang berhubungan dengan kinerja di bidang arsitektur. Selama ini untuk proses perijinan IMB  untuk pembangunan sebuah gedung, kan memakan waktu yang cukup lama. Dan akan lebih lama lagi bila ada koreksi desain,” kata Stevanus J. Manahamp, saat memperkenalkan ZWCAD-IAI di Jakarta, kemarin

Setelah di cermati penyebab pemrosesan perijinan yang lama, terang Stevanus, karena saat dilakukan pengecekan dan tabulasi terhadap detail gambar lantai bangunan yang diajukan. Semakin besar skala proyeknya maka semakin kompleks permasalahan pengecekannya.

Lanjut dia, meski sudah ada software CAD yang selama ini membantu kinerja pegawai PTSP, namun sistemnya belum sama, dan juga harga software tersebut relatif mahal. Software ZWCAD-IAI akan mempermudah perhitungan yang dilakukan arsitek dan pengecekan oleh petugas PTSP dengan hasil tabulasi yang presisi dan akurat.

“Software ini bisa menghitung hingga 10 tower proyek yang masing-masing berjumlah 150 lantai. Untuk menghasilkan tabulasi luasan seluruh area dan per tower-nya, dengan aplikasi ini prosesnya hanya lima menit. Selain itu aplikasi ini memungkinkan kita melihat 14 jenis per layer dengan 34 warna yang berbeda setiap jenisnya. Jadi nanti akan sangat menyederhanakan pemeriksaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknis Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jakarta, Iwan Kurniawan, secara terpisah menyambut baik adanya aplikasi baru yang bisa membantu kinerja di kantornya.

“Makin kompleks perencanaan, kita butuhkan aplikasi untuk mengintegrasikannya, karena (desain bangunan) yang diajukan sesuatu yang rumit dan kompleks. Bukan hanya struktur bangunannya tapi juga mekanikal elektrikal dan lainnya. Makanya kami juga menyiapkan IMB online sehingga nanti proses cek dan ricek juga bisa online, tidak perlu tatap muka, jadi lebih cepat lagi,” ungkapnya.