Foto bersama: Sebastien David, Portfolio Director, Clarion Events Pte Ltd dan Menteri Pariwisata Arief Yahya usai menghadiri Federasi Real Estat Dunia (The International Real Estate Federation/FIABCI) di Nusa Dua Bali.

BALI, INAPEX.co.id – Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata menegaskan Federasi Real Estat Dunia (The International Real Estate Federation/FIABCI) sebagai realestat dunia harus peduli terhadap penduduk miskin yang tinggal di hunian tak layak.

FIABCI yang diselenggarakan sebagai perhelatan di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali International Convention Center ini diharapkan sukses menjaring investasi properti kepada investor luar negeri.

Acara yang baru pertama kali digelar di luar Benua Eropa ini melibatkan sedikitnya pengembang dari 72 negara.

Peserta FIABCI merupakan dari pengembang, lembaga internasional, konsultan, dan perorangan.

Pada tahun ini, FIABCI Global Business Summit 2018 mengambil tema “Affordable Housing and International Tourism Development”.

“Inilah yang menjadi alasan mengapa REI/FIABCI Indonesia menyodorkan topik mengenai perumahan rakyat yang terjangkau (affordable housing),” ungkap Eman, Presiden FIABCI Asia Pasifik ini dalam keterangan persnya, baru-baru ini.

Ditambahkan, berangkat dari kepedulian terhadap 2/3 dari masyarakat dunia masih membutuhkan rumah layak huni.

Menurutnya, REI sejak dua tahun terakhir terus mengampanyekan tentang pentingnya perumahan terjangkau bagi negara dunia ketiga.

Uniknya, di berbagai negara yang pernah ditinjau, seluruh upaya penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah selalu disediakan oleh Pemerintah. Namun, masih dikatakan Eman, hanya di Indonesia, penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah juga dilakukan oleh sektor swasta.

Mengenai topik kedua yakni international tourism development, di FIABCI Global Business Summit nantinya akan membahas mengenai potensi pariwisata daerah di Indonesia.

Diharapkan pengembang yang selama ini berminat mengembangkan properti pariwisata namun masih mengalami hambatan termasuk dari sisi finansial, dapat merealisasikan rencananya melalui ajang tersebut.

“Pengembang yang punya minat di sektor pariwisata tapi masih belum jalan, kami undang hadir di FIABCI Global Business Summit 2018 di Bali. Tentu kami akan lebih mengedepankan potensi-potensi daerah khususnya yang menjadi prioritas pemerintah,” kata Eman.

Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah kegiatan ini melalui kesepakatan pada World Congress FIABCI ke-69 yang diadakan di Dubai, Uni Emirat Arab pada April- Mei 2018.

FIABCI adalah Organisasi yang berdiri di Prancis 72 tahun lalu, dan menjadi organisasi pelaku bisnis properti tertua dan terbesar di dunia. Saat ini, FIABCI telah ada di seluruh belahan dunia dan memiliki jaringan di PBB hingga organisasi internasional lainnya. Investment Forum Agenda penting lain pada FIABCI Global Business Summit 2018 adalah Investment Forum dan B to B Meeting.

Ini merupakan suatu kegiatan yang desain untuk menawarkan kerjasama proyek properti dengan para investor yang hadir pada forum tersebut. Setidaknya ada 150 investor global potensial yang terkoneksi dengan forum bergengsi tersebut.

Menurut Eman, ada 56 proyek dari 17 pengembang anggota REI dengan total minimum investasi yang ditawarkan hingga 68 triliun rupiah. Selain itu, diundang pula kelompok usaha dari tiga negara yaitu Hongkong, Korea, dan Jepang. Secara spirit, kata dia, pengusaha dari ketiga negara tersebut paling familiar dengan Indonesia.

Oleh karena itu, melalui forum ini diharapkan dapat memberikan arti penting bagi ekonomi Indonesia dengan menarik investasi asing masuk ke Indonesia, memberikan masukan pendapatan pajak bagi daerah dan negara, membuka lapangan kerja bagi masyarakat, dan memberikan peningkatan kualitas lingkungan permukiman yang lebih baik. “Inilah peran yang kami coba untuk terus usahakan yakni REI sebagai Lokomotif Ekonomi Nasional,” pungkasnya.