JAKARTA, INAPEX.co.id – Dua tiga tahun terakhir pengembangan hunian di Jabodetabek, terutama Jakarta, semakin variatif. Selain rumah, apartemen tengah menjadi incaran para calon pembeli. Menurut hasil survei pada IPEX 2017 menyebutkan properti yang dicari oleh pengunjung yaitu, Ruko 5%, Kondotel 2%, Apartemen 15%, dan pencari rumah sebanyak 78%.  Peningkatan di apartemen diakibatkan minimnya lahan di daerah Jakarta dan tingginya kebutuhan rumah.

Sejumlah riset melansir sedikitnya 83 persen generasi millenial yang berpenghasilan rata-rata Rp7,5 juta per bulan tidak akan mampu memiliki rumah di Jakarta sampai kapan pun. Sementara, sekitar 17 persen sisanya hanya mampu membeli rumah bekas senilai Rp300 juta.

Hal ini dikarenakan harga properti makin melambung tiap tahunnya. Diperkirakan, peningkatan harga rumah dalam lima tahun ke depan mencapai 150 persen. Padahal, kenaikan pendapatan cuma 60 persen dalam periode yang sama.

Selain menjadi tempat tinggal, para kaum millenial juga mengkonsumsi properti sebagai investasi. Sebetulnya, hunian yang ditujukan untuk investasi pun memerlukan syarat serupa, dengan tambahan hunian investasi tersebut perlu dilihat dari sisi pengembangan kawasan di masa mendatang.

Bila kawasan kian prospektif di beberapa tahun mendatang, misalnya banyak pembangunan perkantoran, industri, perumahan, pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, hingga fasilitas lainnya, tentu harga jual investasi di masa depan bakal lebih tinggi.

Namun, perlu diingat, masih ada pembeda keuntungan dan kerugian dari pemilihan hunian rumah tapak dan apartemen. Yaitu, dari sisi nilai investasi, di mana imbal hasil apartemen berpotensi lebih rendah dibandingkan rumah tapak.

Selain apartemen menengah dan menengah bawah, apartemen premium (high end) juga tumbuh pesat. Jumlahnya memang masih kalah jauh. Suplai segmen menengah atas-premium hanya 10 persen, selebihnya apartemen menengah, ditambah sedikit menengah bawah.

Menurut sejumlah pengembang, pembeli apartemen high end adalah end user yang motifnya  hanya untuk menambah gengsi atau koleksi dengan ditinggali sekali waktu saja.  Lokasi pengembangannya di kawasan premium, dekat pusat bisnis atau di kawasan perumahan elit yang didukung fasilitas komplit.

 

Orang Ngontrak Sekarang, Berburu Apartemen Kalideres Cicilan Rp.3,2 Juta/bulan
Hunian Premium Tetap jadi Incaran Konsumen Properti (Foto: citragrand)

 

Unit hunian apartemen high end cukup luas. Rata-rata paling kecil tipe 2 kamar (2 bedroom/BR).  Kalau pun ada yang 1 kamar penawarannya terbatas. Unitnya juga tidak padat, satu lantai  rata-rata 8-12 unit. Beberapa tipe juga menyediakan private lift selain unitnya sudah semi furnished (AC, wardrobe, kitchen appliances, dan lainnya).

Pada bulan Februari nanti khususnya pada tanggal 3-11 Februari, akan di adakan pameran properti terbesar di Indonesia yakni Indonesia Property Expo (IPEX) 2018. Dalam pameran tersebut, terdapat beragam pilihan hunian dari komersil hingga premium. Beberapa peserta IPEX yang menghadirkan hunian premium adalah :

Jakarta : De Palma, The Padmayana

Bogor : Dramaga Cantik Residence, Bukit Cimanggu City

Depok : Pesona Cinere Houses, Palm Garden

Tangerang : Paradise Serpong City, Parkland

Bekasi : Gangnam District, Kota Harapan Indah

General Manager Departemen TOD dan Hotel PT Adhi Karya yang merupakan salah satu peserta IPEX, Amrozi Hamidi mengatakan, proyek Royal Sentul Park ditargetkan akan selesai pada 2019 dan mulai serah terima kunci pada Juni 2020. Amrozi menjelaskan, hingga saat ini proses pengerjaan pondasi Bored Pile Tower Apartement dan ruko 23 unit sudah selesai dikerjakan. “Saat ini sedang proses pengerjaan struktur basement,” ujar Amrozi ,baru-baru ini.