Ilustrasi Metland. (Foto: Metland)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Hingga kuartal III 2018, PT Metropolitand Land Tbk (MTLA) berhasil meraub laba bersih 99,26% dibanding periode yang sama ditahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangan, perusahaan tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp 302,3 miliar.

Sementara pada periode yang sama tahun 2017, perusahaan hanya mengantongi net profit Rp 151,7 miliar. Pertumbuhan laba bersih pengembang Metland Cyber City ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatannya yang meningkat 29,4% dari Rp 733,3 miliar menjadi Rp 949,3 miliar

Pendapatan MTLA berasal dari penjualan sebesar Rp 572,7 miliar atau 60,3% terhadap total pendapatan. Ini diantaranya diperoleh dari penjualan tanah dan bangunan yang mengalami kenaikan dari Rp 290 miliar menjadi Rp 358,2 miliar, penjualan kavling tanah naik dari Rp 72,8 miliar menjadi Rp 194,3 miliar, dan penjualan ruko yang naik dari Rp 4,5 miliar menjadi Rp 20,2 miliar.

Sementara pendapatan berulang alias recurring income diperoleh dari pusat perbelanjaan sebesar Rp 263,7 miliar, naik 4,48% dari 252,38 miliar pada kuartal III 2017.

Lalu dari pendapatan hotel Rp 85 miliar, pusat rekreasi Rp 3,7 miliar. Di samping itu, MTLA juga membukukan pendapatan lain-lain sebesar Rp 23,9 miliar.

Kemudian, arus kas dari aktivitas operasi MTLA selama Januari-September 2018 tercatat sebesar Rp 125,6 miliar. Sedangkan periode yang sama tahun sebelumnya hanya membukukan arus kas Rp 84 miliar.

Secara terpisah, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatatkan kinerja positif hingga kuartal III 2018. Walaupun beban keuangannya melonjak, perusahaan properti ini masih berhasil mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 2,4%.

Mengutip laporan keuangan CTRA kuartal III 2018, Jumat (2/11), perusahaan membukukan laba bersih atau laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp 579,8 miliar.

Capaian tersebut masih tumbuh 2,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 566,2 miliar.

Pertumbuhan tipis laba bersih tersebut sejalan dengan pendapatan CTRA yang juga naik tipis. Perseroan membukukan pendapatan Rp 4,69 triliun, meningkat 7,8% dari Rp 4,34 triliun di kuartal III 2017.

Kenaikan laba bersih jauh lebih tipis krena disaat yang sama, beban keuangan CTRA juga meningkat 42,48% dari Rp 375 miliar menjadi Rp 534,3 miliar.

Pendapatan CTRA hingga kuartal III tersebut didapatkan dari penjualan sebesar Rp 3,41 triliun atau berkontribusi 71,7% terhadap total pendapatan dan dari recurring income seebesar Rp 1,27 triliun.

Pendapatan penjualan CTRA tersebut berasal dari penjualan rumah dan ruko yang tercatat naik dari Rp 2,31 triliun menjadi Rp 2,46 triliun, penjualan apartemen naik dari rp 421,6 miliar menjadi Rp 540,3 miliar, penjualan kantor naik dari Rp 248,9 miliar menjadi Rp 329,5 miliar, dan penjualan kavling tanah yang tercatat turun dari Rp 164 miliar menjadi Rp 80 miliar.

Sedangkan recurring income berasal dari sewa pusat belanja yang tercatat turun tipis dari Rp 574,8 miliar menjadi Rp 571 miliar, hotel naik dari Rp 334 miliar menjadi Rp 348,7 miliar, rumah sakit naik dari Rp 120,5 miliar menjadi Rp 161, miliar, sewa kantor naik dari Rp 86,6 miliar menjadi Rp 109,6 miliar, lapangan golf turun dari Rp 32,2 miliar menjadi Rp 30,5 miliar, dan lain lain sebesar Rp 54,7 miliar.

Adapun arus kas CTRA dari aktivitas operasi sepanjang Januari- September 2018 tercatat sebesar Rp 347,2 miliar, naik tipis dari Rp 333,6 miliar pada periode yang sama tahun 2017.