Ilustrasi pengunjung pameran properti. (Foto: dok.inapex)
Ilustrasi pengunjung pameran properti. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Hindari resiko sertifikat palsu saat beli rumah. Pasalnya, tak sedikit pembeli properti dengan harga murah sangat diharapkan bagi para investor maupun konsumen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Namun demikian, hal tersebut juga tak luput dari berbagai resiko yang baru diketahui dibelakang hari kemudian. Misalnya disaat membeli rumah maupun tanah berlokasi strategis dengan harga murah, tidak tertutup kemungkinan akan tersandung masalah terkait adanya sertifikat yang diduga palsu.

Kasus ini memang tidak banyak terjadi, namun ada baiknya konsumen lebih berhati-hati untuk menghindari kerugian yang tak diduga akan terjadi sebelumnya. Apalagi untuk orang yang belum memiliki pengalaman soal jual-beli properti.

Oleh sebab itu, tiga langkah yang perlu diperhatikan yaitu untuk memastikan sertifikat yang dimiliki tersebut adalah asli atau palsu diantaranya sebagai berikut:

Cek ke Kantor BPN

Cara paling aman mengetahui keaslian sertifikat yaitu dengan mendatangi kantor yang berhak menerbitkan sertifikat tersebut, yakni Badan Pertanahan Nasional (BPN) disetiap kota yang bersangkutan.

Hal tersebut juga diatur dalam Pasal 34 PP No. 24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah yang menyatakan bahwa setiap orang yang berkepentingan memiliki hak untuk mengetahui data fisik dan data yuridis yang tersimpan di peta pendaftaran, daftar tanah, surat ukur, dan buku tanah.

Kemudian untuk melakukan langkah awal yaitu, pemohon harus mendatangi kantor BPN dengan membawa beberapa dokumen, antara lain: sertifikat asli hak atas tanah, fotokopi identitas diri pemohon, surat permohonan, serta identitas pemohon dan surat kuasa jika permohonan dikuasakan kepada orang lain.

Cek ke Kantor PPAT

Apabila tak sempat ke Kantor BPN karena cukup sibuk, maka pemohon bisa meminta bantuan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) dilokasi properti berada.

Kemudian, disetiap daerah, umumnya petugas PPAT yang ditunjuk pemerintah yaitu Camat di kantor Kecamatan setempat. Langkah selanjutnya, petugas PPAT akan melakukan hal yang serupa, yaitu ke kantor BPN dengan dokumen tersebut.

Waktu dan Biaya

Mengingat ada beberapa hal yang harus dipastikan oleh BPN, maka pengecekan keaslian sertifikat akan memakan waktu beberapa hari kerja dengan biaya puluhan sampai ratusan ribu rupiah, tergantung dari kebijakan masing-masing kantor BPN diwilayah tersebut.