Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Jangan hanya beli rumah, tapi kenali juga fakta tentang properti di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Pasalnya, pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017 tak sekedar sebagai ajang promosi, namun juga menjadi pusat informasi tentang dunia properti.

Sebagai media promosi yang sangat efektif bagi para perusahaan properti dalam rangka mengembangkan pasar proyek yang akan ditawarkan pada calon konsumen potensial.

“Pameran ini juga bisa dijadikan ajang pertukaran informasi antara sesama developer untuk mengembangkan inovasi-inovasi baru serta menciptakan desain berbagai jenis hunian yang sesuai dengan apresiasi dan permintaan masyarakat konsumen saat ini,” kata Direktur Utama PT. Adhouse Indonesia Cipta Soedirman Zakaria, kepada INAPEX.co.id, saat ditemui dikantornya, belum lama ini.

Selain itu, IPEX merupakan visualisasi adanya kerjasama yang saling menguntungkan bagi para pengembang properti dengan pemerintah untuk mewujudkan pengadaan perumahan dan penataan kota.

Kemudian, event properti terbesar di Indonesia juga sebagai pusat transaksi pasar properti diprediksi bakal meningkat dibulan Agustus 2017 nanti.

“Padahal saat itu  kondisi politik yang tak menentu, tapi setelah melihat langsung antusias pengunjung membuktikan kebutuhan rumah tetap menjadi prioritas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Soedirman menambahkan, laju penduduk Indonesia yang tinggi sangat berdampak pada peningkatan kebutuhan hunian. Hal tersebut memicu terjadinya backlog penyediaan baragam jenis produk real estate secara nasional, khususnya di kota-kota besar di Indonesia.

Oleh sebab itu, seiring dengan program satu juta rumah IPEX berperan aktif menciptakan sekaligus meningkatkan peluang pasar properti melalui berbagai jenis hunian, perumahan, rukos, apartemen, kondotel, villa dan resort, pusat perbelanjaan serta pertokoan.

“Jenis properti itu mulai dari tipe mewah dan rumah bersubsidi, kembali kami akan menyelenggarakan pameran properti reguler IPEX pada bulan Agustus 2017 nanti,” tambah Soedirman Zakaria.

Sementara itu, peminat hunian vertikal atau apartemen mencapai 25%, dibandingkan dengan pencari rumah tapak yang lebih tinggi yaitu sebesar 89%. Fakta ini terlihat di pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017.

Tingginya intensitas pencari rumah tersebut rata-rata dimanfaatkan sebagai hunian sendiri. Hasil penelusuran INAPEX.co.id dari jumlah pengunjung pameran periode Februari 2017 menyebutkan pencari Ruko 5%, dan peminat kondotel serta villa mencapai 5%.

“Presentasi tersebut diakumulasi dari total pengunjung pameran yang terdiri dari kategori pria 64% dan wanita 36%,” jelas Public Relation PT. Adhouse Indonesia Cipta (AIC) Aldy Pratama S.Ikom, di Jakarta, belum lama ini.

Aldy merincikan, peningkatan angka pencari rumah dari total pengunjung pameran properti tersebut yaitu dengan harga bekisar Rp.100 juta – Rp.300 juta mencapai 38%, pencari rumah harga Rp.300 juta – Rp.600 juta mencapai 32%, dan pencari rumah mewah dengan harga Rp.600 juta hingga 1 miliar mencapai 19%.

Presentase investor yang mencapai 11% diawal 2017 lebih membidik hunian dengan harga bekisar Rp. 1 miliar – 2 miliar tercatat 8%, Rp.2 miliar – 5 miliar 2% dan investasi properti dengan harga diatas Rp.5 miliar hanya mencapai 1%.

“Indonesia Properti Expo merupakan satu-satunya pameran properti yang menampilkan produk sangat bervariasi mulai rumah murah, apartemen, kondotel, pergudangan, perkantoran dan kawasan komersil yang berlokasi diberbagai kota besar,” tambah Aldy Pratama.

Dalam kesempatan itu, Aldy mengajak partisipasi seluruh developer untuk mendukung penyediaan rumah murah dan investasi serta mencapai omset besar di Indonesia Properti Expo yang akan kembali berlangsung pada 11-20 Agustus 2017 mendatang di Jakarta Convetion Center (JCC) Senayan.