Hari Senin, Faktor Harga Rumah Terus Naik
Harga Rumah Terus Naik (Foto: propertyconnect)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – “Itu kenaikan semu. Percuma,” papar CEO Leads Properti Indonesia Hendra Hartono saat dimintai tanggapan terkait harga properti, khususnya rumah, yang dikerek oleh pengembang setiap hari Senin.

Kenaikan harga rumah, lanjut Hendra, bukan zamannya ditangani pengembang, atau berpatok pada hari Senin, tetapi oleh mekanisme pasar. Permintaan yang semakin tinggi, akan membuat potensi peningkatan harga jual yang membesar pula.

Akan tetapi, yang paling utama ialah terjadinya transaksi, khususnya di pasar seken. Apabila pergerakan transaksi di pasar seken sangat cepat, kenaikan harga juga akan semakin melambung.

“Sebaliknya, kalau transaksi di pasar seken lambat, harga rumah bakal susah naik,” jelas Hendra, belum lama ini.

Kemudian Ia mengatakan bahwa kenaikan harga rumah juga dipengaruhi sejumlah faktor lainnya. Salah satunya dikarenakan dalam kawasan pengembangan perumahan ini dibangun rumah untuk beragam kelas atau kalangan.

Ada rumah-rumah tipe kecil, menengah, menengah atas, sampai mewah. Tidak hanya satu tipe kecil saja, atau mewah saja. Nah, apabila ditemukan kesetaraan antara rumah kecil, menengah, dan mewah, potensi banyaknya transaksi akan semakin besar.

Tidak hanya itu, sudah dipastikan akan banyak penghuninya. Pastikan yang membeli rumah tidak hanya investor. Jika semua pembelinya investor, tentu rumah-rumah kosong akan jadi pemandangan sehari-hari.

“Itu makin menyulitkan untuk menciptakan transaksi di pasar seken. Siapa yang mau beli?,” ungkap Hendra.

Faktor selanjutnya ialah lokasi perumahan haruslah mudah dijangkau, terintegrasi dengan transportasi publik, dan sejumlah fasilitas yang dapat memenuhi dan mendukung kebutuhan penghuni.

Rumah sakit, sekolah, pusat olahraga, pusat belanja, tempat hiburan, pasar, dan rumah ibadah merupakan persyaratan utama.

Begitu halnya kesempatan berbisnis, dan berjualan. Kesempatan ini, tambah Hendra, mesti dibangun pengembang supaya bisa menarik pengunjung untuk datang.

“Jika seluruh faktor tersebut di atas terpenuhi, harga rumah bakal cepat naik,” jelasnya.

Adapun faktor-faktor lainnya yang juga berpengaruh dalam lonjakan harga rumah ialah soal ketenteraman, keamanan, bukan kawasan banjir, dan kepastian investasi.

Pembeli mesti bisa merasa bahwa rumah yang dibelinya memang bernilai (value for money), dan dapat membawa keuntungan investasi.

“Bukan beli rumah yang harganya tidak masuk akal, tetapi kualitas dan pengelolaannya mengecewakan,” tutup Hendra.

(kps)