Hari Ini, Pembayaran Ganti Rugi Tol Cijago Rp.37,129 Miliar
Tol Cijago (Foto: beritadaerah)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id,- Pembayaran ganti rugi lahan untuk pembangunan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) telah dilakukan pada Jumat (3/3/2017), pukul 10.00 WIB, di Kantor Pertanahan Kota Depok, Jawa Barat.

Kepala Sub Direktorat Lahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Srisadono mengatakan bahwa untuk luas 3.274 meter persegi dalam 12 bidang, dana yang akan dibayarkan sebesar Rp.37,129 miliar.

“Pembayaran ganti rugi ini belum semua tuntas. Masih ada sisa 80 bidang lagi atau sekitar 4,85 persen, dan 1,7 hektar atau 3,08 persen,” ungkap Srisadono kepada pers.

Dia mengharapkan, pembayaran ganti rugi untuk sisa lahan tersebut dilakukan sesegera mungkin, supaya pembangunan Tol Cijago berlangsung sesuai rencana.

Jalan Tol Cijago yang membentang dari Cimanggis sampai Cinere sejauh 14,6 kilometer adalah bagian dari jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II total panjang lebih dari 110 kilometer yang melingkar dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga Tanjung Priok.

Jaringan Jalan Tol JORR II ini adalah lingkaran kedua dari jaringan JORR. Jalan Tol Cijago akan menghubungkan wilayah barat Jakarta dengan wilayah Tangerang dilanjutkan dari simpang susun di Kunciran ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta sejauh 55,73 kilometer.

Di sebelah timur, Jalan Tol Cijago akan tersambung dengan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung (Tol Jakarta-Cikampek) sepanjang 25,4 kilometer dan berakhir di Tanjung Priok melalui ruas Cilincing-Cibitung sepanjang 34 kilometer.

Bisa dikatakan, jaringan jalan Tol JORR II merupakan penghubung yang begitu strategis untuk kelancaran transportasi dari arah barat atau Jalan Tol Trans Sumatera nenuju timur Jalan Tol Trans-Jawa.

Dengan Jalan Tol JORR II, akan tersedia kemudahan akses dari dan menuju Pelabuhan Laut serta Udara, selain itu kelancaran arus transportasi dari Barat ke Timur mengingat kapasitas JORR I telah mencapai titik jenuh.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Marga Mandala Sakti (MMS) akan menggabungkan transaksi di jalan tol Jakarta-Tangerang dan Tangerang-Merak bulan depan April 2017.

Pengguna tol hanya melakukan transaksi saat keluar dari jalan tol. Menyusul integrasi tersebut gerbang tol Karang Tengah, Tangerang, akan dihilangkan.

Biasanya, pengendara dari Jakarta menuju Tangerang mesti berhenti di gerbang tol Karang Tengah untuk membayar tiket. Di kala jam sibuk antrean kendaraan sangat panjang.

Berdasarkan data MMS sampai triwulan III 2016 jumlah lintas harian rata-rata (LHR) tol Jakarta-Tangerang sekitar 167.906 kendaraan dari kapasitas jalan yang hanya 161 ribu kendaraan.

Peniadaan gerbang tol Karang Tengah tersebut akan memperlancar arus kendaraan di jalan tol dari kedua arah.