Harga Rp.198 Juta, Hunian Murah Podomoro Golf View di Cimanggis
Desain Dalam Hunian di Podomoro Golf View (Foto: rumah)

DEPOK, INAPEX.co.id, – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengembangkan apartemen Podomoro Golf View (PGV) di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Hunian murah ini menyasar keluarga dan profesional muda.

Segmen pasar ini, sebelumnya adalah penglaju yang bermukim di kawasan Bogor, Bekasi, dan sekitarnya.

Mereka mengeluarkan banyak dana untuk biaya transportasi ke tempat kerja setiap harinya.

Oleh sebab itu, APLN mengusung PGV dengan konsep transit oriented development (TOD) atau terintegrasi infrastruktur transportasi publik berupa light rail transit (LRT), dan kereta commuter line Jabodetabek.

AVP Strategic Marketing APLN Agung Wirajaya menuturkan bahwa dengan mengusung konsep TOD, PGV dipercaya mampu berkembang pada masa depan.

“Ini akan menjadi sunrise property  di Jabodetabek, selain Bekasi, Serpong dan Bintaro. Untuk itu kami serius membangun PGV, dan berkompetisi dengan properti lainnya,” papar Agung dalam keterangan tertulis yang diterima pers, Kamis (15/12).

APLN mengembangkan PGV sekitar 37.000 unit dalam 25 menara di atas lahan seluas 100 hektar. Jika pembangunan selesai, akan menampung sebanyak 200.000 penghuni.

Tahap pertama, tengah dibangun 3 menara Dahoma, Balsa, dan Cordia dengan kapasitas lebih dari 3.000 unit.

“Hampir 85 persen terjual. Rencananya, tahun depan akan segera dibangun menara keempat,” jelas Agung.

PGV dipatok harga Rp.9,4 juta per meter persegi, atau Rp.198 juta tipe studio, Rp.330 juta untuk dua kamar tidur, dan Rp.470 juta tipe 3 kamar tidur.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Asiana Group terus optimistis untuk melahirkan proyek-proyek baru.

Rencananya akan memperkenalkan kepada publik dua proyek teranyarnya, TBS di koridor TB Simatupang, dan Twosenopati di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, pada Februari 2017 mendatang.

“Untuk segmen tertentu, seperti kelas mewah, pasarnya memang masih sulit. Namun, pasar lainnya seperti menengah dan menengah atas masih terus bergerak,” papar Presiden Direktur Asiana Group Loemongga Haoemasan kepada pers, Kamis (15/12).

Pasar menengah dan menengah atas, tambah Loemongga, memiliki karakter tersendiri. Terlebih banyaknya generasi milenial yang telah menjalankan bisnis sendiri (business owner) dari ranah rintisan (start-up), dan juga industri kreatif.

Preferensi mereka ialah mempunyai dan tinggal di apartemen yang dekat dengan tempat kerjanya. Mereka tak mau membuang waktu di perjalanan, dan hendak gaya hidup praktis.

“Tak mau direpotkan urusan rumah tangga yang ribet. Kalau tinggal di apartemen semua sudah ditangani pengelola gedung,” imbuh Loemongga.

Generasi milenial pada segmen tersebut memiliki kemampuan finansial dan daya beli (spending power) di atas generasi milenial segmen profesional.

(kps)