Apartemen Murah Terintegrasi LRT Hanya 25 Persen Saja
Jalur LRT (Foto: theinsidersstories)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – PT Adhi Karya (Persero) Tbk merupakan perusahaan negara (BUMN) yang menerima penugasan membangun proyek transportasi kereta ringan atau light rail transit (LRT). Untuk memaksimalkan pendapatan dari proyek di megapolitan Jabodetabek, Adhi Karya juga mengembangkan proyek properti di seluruh stasiun dan deponya yaitu LRT City.

Konsepnya mengintegrasikan hunian (vertikal) dengan fasilitasnya dengan transportasi massal atau transit oriented development (TOD).

Tahap pertama dibangun LRT City di rute Cawang-Bekasi sepanjang 18,5 km selain Cawang–Cibubur dan Cawang-Kuningan-Dukuh Atas. Proyek di jalur Cawang-Bekasi dan Cawang-Cibubur antara lain LRT City Jaticempaka-Gateway Park, LRT City Ciracas-Urban Signature, dan LRT City Bekasi-Eastern Green.

Akan ada 6.000-an unit apartemen di tiga proyek terakhir tersebut dengan 25 persennya adalah apartemen untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menurut Direktur Operasi Adhi Karya Budi Saddewa Soediro, angka 25 persen adalah jumlah apartemen murah yang sangat memungkinkan disediakan di proyek LRT City.

“Memang terbatas karena harga tanah di sekitar stasiun LRT sudah tinggi dan belum tentu semuanya milik kami. Ada yang kami bekerja sama (dengan pihak ketiga melakukan) pembebasan tanahnya,” tuturnya di acara pemilihan unit LRT City Bekasi-Eastern Green di Jakarta, belum lama ini.

Ia menuturkan bahwa angka 25 persen untuk segmen MBR adalah hasil perhitungan yang cermat berdasarkan dengan biaya pengembangan proyek secara menyeluruh.

“Sebagai perusahaan kami kan tetap harus dapat margin keuntungan,” jelasnya. Unit apartemen untuk rakyat kecil juga akan dibangun di tower tersendiri, tak bercampur dengan unit yang dipasarkan secara komersial.

”Proyek yang menyediakan unit untuk MBR yang lebih banyak dikembangkan anak perusahaan kami Adhi Persada Properti (APP),” jelas Budi.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, di masa mendatang, berkat infrastuktur memadai, Jakarta akan terintegrasi dengan “tetangganya”. Dengan demikian, pikiran untuk memborong unit apartemen di luar negeri sesungguhnya makin tak penting walaupun untuk investasi masa depan.

Singapura dan Australia selama ini menjadi tempat favorit kalangan investor dari Indonesia dalam berbelanja unit apartemen dan rumah, mestinya dapat dikejar oleh kemajuan Jakarta dan para tetangganya.

Survei oleh Cushman & Wakefield memperlihatkan, pada paruh pertama tahun lalu orang Indonesia memborong 189 properti, utamanya unit apartemen, dari beragam kategori di Singapura. Angka tersebut naik 23 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Betapa cerahnya masa depan investasi properti di Jakarta terlihat dari survei yang dirilis Forbes. Tahun lalu kawasan tersebut sudah masuk Top 10 kota di Asia untuk investasi di sektor properti.

Dengan pembangunan infrastruktur yang masif dan lebih cepat, dan bebagai kemudahan administrasi oleh pemerintah peringkat tersebut mempunyai peluang besar untuk naik secara signifikan.