Hadir Lagi di Kota Depok, Hunian Religius dibawah Rp.500 Juta
Hunian Religius di Depok (Foto: dok.inapex)

 

DEPOK, INAPEX.co.id, – Daftar hunian religius bertambah satu di Kota Depok, Jawa Barat. Orchid Realty tengah mengembangkan Cordova Residence, yaitu rumah tapak mengusung konsep Islami seluas 9,5 hektar.

“Ini konsep hunian religius yang kami tawarkan, karena memang khusus untuk segmen keluarga muslim,” papar Direktur Utama Orchid Realty, Mujahid, di Depok, Rabu (8/3).

Proyek hunian sekitar 498 unit meliputi tipe 36, 45 dan tipe 70. Untuk sekarang ini tipe 36 dipasarkan senilai Rp.489 juta per unit.

“Kami bangun sarana masjid dua lantai dan rumah tahfidz untuk menunjang kehidupan religius di perumahan ini, terutama untuk menunjang ibadah,” tutur Mujahid.

Dia menuturkan bahwa pengkhususan tersebut tak dimaksudkan untuk tujuan eksklusif, namun supaya warga memiliki satu pandangan yang sama mengenai bertetangga. Hingga kini sudah 11 perumahan yang dibangun Orchid Realty.

Pihaknya juga sedang melakukan pembangunan masjid di dalam perumahan ini.

“Di luar itu kami tetap membangun fasilitas lainnya untuk warga seperti perumahan lainnya, misalnya CCTV, waterpark, lapangan olahraga multifungi, dan children play ground,” jelasnya.

Selain itu, pada kesempatan berbeda, pengembang terus melakukan inovasi meliputi konsep strategi pemasaran, pengembangan, dan fasilitas yang disediakan. Hal ini dilakukan untuk menyukseskan pemasarannya di pasar properti.

“Sekarang tidak bisa lagi hanya mengandalkan lokasi-lokasi-lokasi, harus ada tambahan lain, yaitu inovasi, inovasi dan inovasi. Ini ditekankan pada semua proyek yang dikembangkan PP Properti disertai dengan strategi pemasaran jitu,” ucap Direktur Utama PP Properti Tbk Taufik Hidayat, di Jakarta.

PP Properti Tbk sedang memasarkan apartemen Evencio di koridor Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, yang padat dengan apartemen berkonsep sama untuk hunian mahasiswa.

Apartemen Evencio mengambil segmen premium student apartment dan menawarkan sebagai hunian bebas narkoba. Untuk menerapkan konsep tersebut PP Properti bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Oleh sebab itu, di dalam apartemen akan ada sensor x-ray dan pengelola akan melaksanakan edukasi berkala terkait bahaya narkoba.

Apartemen single tower yang terletak di seberang kampus Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gunadarma ini memasarkan tipe studio berukuran 25 m2, 1 kamar ukuran 32 m2, 2 kamar (43 m2), dan 3 kamar (66 m2).

Harganya sekitar Rp.19,2 juta/m2, naik Rp.4,7 juta/m2 hanya dalam waktu 7-8 bulan. Untuk membangun apartemen tersebut PP Properti mengeluarkan investasi Rp.600 miliar.

PP Properti menyiapkan rancangan ruang secara fleksibel. Tipe studio dapat dijadikan 2 kamar tidur lengkap dengan 2 meja belajar/kerja serta ruang untuk menonton TV.

Tipe 2 dan 3 kamar dapat mengakses dengan kunci tersendiri sehingga privasinya terus terjamin jika unitnya akan disewakan.

“Dari 600 unit (yang dipasarkan) sudah terjual lebih dari 350 unit, dalam waktu tidak lama kami targetkan semuanya bisa sold out,” tutup Taufik.