Pengembang PT KSO Griya Sarana Jaya Property dan sejumlah pihak melakukan penandatangan dalam launching Apartemen Grand Zamzam Tower di halaman kantor marketing. (Foto: WartaKota)
Pengembang PT KSO Griya Sarana Jaya Property dan sejumlah pihak melakukan penandatangan dalam launching Apartemen Grand Zamzam Tower di halaman kantor marketing. (Foto: WartaKota)

 

DEPOK, INAPEX.co.id, – Apartemen berkonsep Islami dengan sistem yang menjamin sebuah hunian bebas prostitusi dan penyalahgunaan obat terlarang seperti narkotika, hadir ditengah Kota Depok. Hunian tersebut adalah Apartemen Grand Zamzam Towers, dibangun oleh PT KSO Griya Sarana Jaya Property, akan mempunyai 9 tower yang masing-masing memiliki 25 sampai 30 lantai atau sekitar 9000 unit.

Apartemen ini dikembangkan di jantung Kota Depok yakni di Jalan Margonda Raya, atau tepatnya disebrang Kantor Wali Kota Depok. CEO PT KSO Griya Sarana Jaya Property Beny Witjaksono menuturkan Apartemen Grand Zamzam Towers berkonsep Islami yaitu perpaduan dari aspek relijius, modern serta peduli lingkungan.

Lebih lanjut dikatakan Beny Witjaksono, telah memulai pembangunan untuk satu tower yakni Tower F atau Tower Cordoba. Direncanakan Tower F dengan 30 lantai dan 970 unit tersebut, akan selesai pembangunannya pada akhir 2017 dan sudah diserahterimakan ke penghuni mulai awal 2018.

Beny menambahkan, Apartemen Grand Zamzam Towers memberi jaminan bebas prostitusi serta bebas narkoba bukan hanya janji belaka. Sebab sejak awal penjualan, ada aturan kesepakatan yang wajib ditaati bagi para calon penghuni apartemen.

“Ada perjanjian awal yang harus ditaati penghuni apartemen, baik pemilik atau penyewa. Jika ini dilanggar terus setelah peringatan, mereka harus bersedia unit apartemennya, kami beli kembali,” tegas Beny saat Grand Launching Tower F Apartemen Grand Zamzam Towers di Jalan Margonda, Depok, belum lama ini.

Sementara itu, diawal 2017 ini diprediksi menjadi titik poin kebangkitan bisnis properti di Tanah Air. Kendati demikian, sebagian besar masyarakat (konsumen) masih menahan diri menunggu tuntasnya pelaksanaan Pilkada serentak, namun permintaan cenderung tumbuh terlebih banyak proyek-proyek yang inovatif.

Director Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus membenarkan, sejumlah properti-properti yang memiliki konsep unik, segmen pasar yang jelas dan fokus, sangat berpeluang lebih diterima pasar. Bahkan, bisa dikatakan dengan mengembangkan proyek dengan tujuan pasar yang jelas dan terukur, ditambah konsep yang menarik, proyek seperti ini tidak mengenal kata krisis.

“Pelaksanaan Pilkada sedikit banyak memengaruhi rencana investasi masyarakat, meski pun begitu, untuk proyek tertentu yang kreatif, inovatif dan punya target pasar jelas ini tidak jadi kendala,” kata Anton. Namun ketika bicara soal kebutuhan, masih dikatakan Anton, pasar apartemen memiliki permintaan yang paling besar.

“Pasar properti khususnya apartemen akan memasuki era siklus baru pada 2017, yakni tumbuh secara gradual dan kembali menjadi ladang investasi yang prospektif,” jelasnya.

Hal senada juga ditegaskan Direktur Utama PT.Adhouse Indonesia Cipta Soedirman Zakaria yang menilai harga hunian khususnya apartemen diprediksi bakal terus melambung. “Sebaiknya, untuk tidak menunda membeli apartemen sebelum harga melejit pada tahun depan. Kalau telat membeli, maka harganya semakin tinggi dan capital gain yang diperoleh pun lebih kecil,” kata Soedirman.

Namun, masih dikatakan penyelenggara pameran terbesar di Indonesia tersebut, konsumen saat ini sangat jeli memilih lokasi dan konsep pengembangan dari apartemen.

“Apartemen yang membidik pasar tertentu seperti mahasiswa dan berada di sekitar kampus akan lebih prospektif. Daripada mahasiswa harus nge-kos dengan biaya tertentu setiap bulannya, maka lebih baik biaya itu dimanfaatkan untuk angsuran bayar apartemen. Bisa dihuni dan sudah milik sendiri,” pungkasnya.