H-10: Pemudik Banyumas Akan Melalui Jalan Mulus
Ruas Jalan Banyumas (Foto: banyumaskab)

 

BANYUMAS, INAPEX.co.id – Kepala Kepolisian Resor Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah memastikan pemudik Banyumas akan melalui jalan mulus. Tepatnya di ruas jalan nasional Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

“Dari hasil pantauan kami, 80 persen ruas jalan nasional yang ada di Banyumas dalam kondisi baik dan siap dilalui pemudik,” ucap Azis di Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Senin sore (29/5).

Azis memastikan hal ini setelah memantau keadaan ruas jalan nasional di jalur selatan Jawa Tengah sekaligus jalan penghubung jalur pantai utara (pantura) dengan jalur selatan menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2017.

Meski demikian, ia membeberkan masih ada sekitar 20 persen jalan nasional yang terjadi kerusakan dan sampai sekarang masih dalam perbaikan, salah satunya betonisasi ruas jalan di Jatilawang.

“Pantuan kami, ruas jalan nasional yang ada di Banyumas, cukup baik, 80 persen, kondisinya bagus. Ini jauh lebih maju ketimbang beberapa bulan lalu, yang enggak sampai 50 persen,” tambahnya.

Soal betonisasi ruas jalan di Jatilawang, lanjut Azis, sudah memperoleh komitmen dari pelaksana proyek bahwa pekerjaan akan rampung dalam kurun tiga sampai lima hari.

Sedangkan untuk perbaikan di jalan penghubung jalur pantura dengan jalur selatan terutama ruas Ajibarang-Wangon, Azis akan memohon dinas terlibat supaya pekerjaan ini bisa rampung sebelum H-10 Lebaran.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen Pelaksana Jalan Nasional Wangon-Purworejo Farman Ali menjelaskan bahwa panjang ruas jalan nasional Wangon-Jatilawang yang dibeton sejauh 2,8 kilometer.

“Kami optimistis saat arus mudik sudah dapat dilalui dua arah karena saat sekarang sedang dalam tahap penyelesaian,” jelasnya.

Begitu pula dengan PPK PJN Ajibarang-Wangon-Batas Jawa Barat Djoko Satrio mengaku yakin dengan perbaikan ruas jalan nasional ini bisa selesai tepat waktu.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memperingati para pemudik yang akan melalui Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) supaya berhati-hati dengan menjaga kecepatan rata-rata sebab pembangunannya belum selesai 100 persen.

“Bagi pemudik yang melewati jalan tol ini harus berhati-hati karena jalan tol masih belum tuntas pembangunannya 100 persen,” tegas Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Wahid Wahyudi di Surabaya, Senin (29/5).

Meski begitu, seluruh segmen jalan tol yang sifatnya baru fungsional atau beroperasi sementara ini mempunyai struktur minimal lean concrete (lantai kerja). Kondisi tersebut membuat jalan tak lagi berstruktur tanah, melainkan telah dicor semen.

Wahid menambahkan, ruas Sumo sudah dapat dilalui para pemudik, seperti simpang susun (interchange) Waru-Krian yang panjangnya sejauh 18 kilometer telah difungsikan meski hanya satu jalur saja.