Langkah Pengajuan KPR yang Mudah dan Tidak Ribet
Pengajuan KPR ringan dari BTN. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Para nasabah yang hingga sekarang ini masih berburu hunian tempat tinggal untuk saving maupun yang benar benar sedang membutuhkan untuk tempat tinggal pertama kalinya, maka bisa melakukan pembelian rumah melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga ringan per tahunnya dari PT Bank Tabungan Negara Tbk ( BTN).

Hal ini di jelaskan Direktur Utama Bank BTN, Maryono. Katanya, ini merupakan tawaran menarik yang di gulirkan Bank BTN dengan bunga ringan sebesar 4,1 persen fix rate selama setahun bagi calon nasabah yang ingin melakukan pembelian rumah lewat fasilitas KPR.

“Penawaran yang kami kemas dalam program Parade KPR yang sudah berlangsung sejak 4 Desember 2018 hingga Akhir Januari 2018. Selain itu, BTN juga sedang memperkenalkan adanyagerai baru khusus Plaza KPR dan KPR Hotline guna membantu para nasabah  yang membutuhkan informasi tentang produk KPR subsidi maupun yang non subsidi,”jelas Maryono.

BTN yang sudah berdiri sejak tahun 1976, menurut Maryono, hingga bulan November 2017 sudah mengurcurkan kredit  berskema konvensional hingga Kredit bersyariah hingga mencapai Rp 230,2 triliun untuk merealisasikan KPR bagi 4,1 juta unit rumah yang sudah di huni oleh para nasabah KPR BTN. Dari pencapaian ini, lanjut Maryono, lebih dari 75 persen atau 3,08 juta unit mengalir dalam bentuk KPR bersubsidi.

“Angka tersebut setara dengan nilai KPR Subsidi sebesar Rp110,45 triliun. Sedangkan sisanya atau sebesar Rp 119,76 triliun didistribusikan dalam bentuk KPR Non-Subsidi. Saya juga berharap adanya komitmen perbankan, agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu bersatu untuk mengulangi baclog perumahan yang sekarang ini sudah mencapai 11,38 juta unit,”ujar maryono.

Sementara itu, secara terpisah Direktur PT Ciputra develompent Tbk, Edy Mulyono, kalau penggerak pasar properti adalah segmen kelas menengah. Karena angka permintaan dari segmen ini masih cukup tinggi, sehingga hal ini menjadi semangat bagi pengembang untuk terus mengeluarkan produk properti kelas menengah.

“Pasar properti pada tahun ini belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini karena pengaruh kondisi perekonomian terhadap sektor properti masih terasa. Hanya properti segmen tertentu yang masih stabil. Rumah dengan harga di bawah Rp 700 juta masih diminati. Tapi, kalau sudah di atasnya, itu agak berat,”kata Edy Mulyono, belum lama ini.