Gerbang Tol Cibubur Utama dan Cimanggis Utama Akan Ditutup
Gerbang Tol Cibubur Utama (Foto: infonawacita)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Gerbang Tol (GT) Cibubur Utama dan Cimanggis Utama rencananya akan ditutup. Hal ini dilakukan untuk memperlancar arus kendaraan di Tol Jagorawi arah Jakarta menuju Ciawi dan sebaliknya, .

General Manager Jagorawi Roy Ardian Darwis menuturkan bahwa saat ini sosialisasi atas rencana itu masih terus dilakukan.

Sedangkan untuk realisasinya, masih menunggu kajian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kementerian PUPR akan meninjau minggu depan,” jelas Roy dalam sebuah diskusi di Rest Area KM 10 Jalan Tol Jagorawi, Rabu (31/5).

Roy mengakui, GT Cibubur Utama dan Cimanggis Utama sering menjadi momok para pengendara roda empat saat melalui di wilayah ini. Kemacetan menjelang pintu GT kerap kali memanjang hingga 2 km.

“Dengan dihilangkan, minimal panjang antrean sudah hilang di Cibubur dan Cimanggis,” tuturnya.

Selain berencana menghilangkan GT, Jasa Marga juga akan memberlakukan integrasi transaksi.

Untuk masyarakat pengguna jalan tol dari arah Ciawi menuju Jakarta, bisa membayar di pintu masuk tol Ciawi atau on ramp.

Sementara itu, bagi masyarakat yang datang dari arah sebaliknya, akan membayar di akses keluar Ciawi atau off ramp.

Roy mengimbau masyarakat bisa memakai skema transaksi non-tunai saat melintasi exit toll. Dengan begitu, waktu transaksi di gerbang tol pun bisa ditekan sampai 37 persen.

“Sekitar itu lah, mulai dari waktu transaksi, terima uang cash, terima kartu tanda masuk. Itu biasanya 11 detik jadi empat detik,” jelas dia.

Selain itu, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyetujui kerja sama soal peningkatan elektronifikasi di jalan tol.

Terutama, dalam hal menciptakan layanan pembayaran non-tunai yang cepat, aman, dan efisien. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman antara Gubernur BI Agus Martowardojo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Kantor BI, Rabu (31/5).

“Kami sambut baik sinergi dan kerja sama antar kedua institusi ini, untuk terus meningkatkan daya saing perekonomian nasional,” papar Agus.

Menurut Agus, baru 22-25 persen masyarakat pengguna jalan tol yang sudah memakai sistem pembayaran non-tunai di 35 ruas jalan tol. Oleh sebab itu, pemerintah ingin memacu terus peningkatan penggunaan sistem pembayaran non-tunai.

Ia mengatakan bahwa elektronifikasi jalan tol adalah hal penting, sebab sasaran akhir dari pengembangan jalan tol berupa penerapan Multi Lane Free Flow (MLFF), yakni proses pembayaran tol tanpa henti. “Jadi pengguna jalan tol tidak harus menghentikan kendaraan di gerbang,” jelas dia.