Gaya Hidup Sudah Berubah, Pusat Belanja Akan Diperkecil

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Perubahan lanskap perkotaan, bukan hanya dipengaruhi oleh banyaknya urbanisasi masyarakat dari pedesaan ke perkotaan. Namun, gaya hidup yang berubah dari masyarakat itu sendiri juga menjadi salah satu faktornya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan hal tersebut dalam  diskusi bertajuk Kebijakan Hunian Layak dan Terjangkau di Pendopo Direktorat Jenderal Cipta Karya, Senin (30/10).

Salah satu perubahan ini, lanjutnya, ialah cara berbelanja para generasi milenial. Seiring perkembangan teknologi, kini sudah mulai banyak toko ritel berbasis daring (online) yang hadir.

Akibatnya, banyak masyarakat yang pada akhirnya berbelanja secara daring, ketimbang memilih mengunjungi toko tersebut secara fisik. “Sekarang misalnya, offline shop banyak yang tutup. Nah ini mau kemana untuk bertahan?” jelas Basuki.

Cara yang bisa dilakukan yakni mengikuti perkembangan zaman dengan membuka toko daring. Dengan begitu, di masa depan para pelaku bisnis properti tak perlu membangun pusat perdagangan skala besar.

“Mungkin juga tidak perlu lagi supermarket yang gede, tapi perlu pemikiran dalam rangka urbanisasi dan site plan perkotaan,” imbuhnya.

Selain itu, pada kesempatan berbeda, penutupan gerai ritel terus terjadi secara global. Terbaru, raksasa supermarket Giant mengumumkan penghentian operasional sebanyak lima toko di Malaysia.

Seperti dilansir The Malaysian Insight, Senin (30/10/2017), lima cabang Giant akan tutup pada 5 November mendatang menyusul langkah perusahaan untuk tak memperpanjang kontrak leasing mereka.

Lemahnya penjualan dinilai sebagai penyebab utama penutupan lima toko yang terletak di Sri Manjung, Sungai Petani, Shah Alam City Centre Mall, Sibu, dan Selayang Lama.

Dalam pernyataan resminya, GCH Retail Malaysia selaku pemilik Giant Malaysia menuturkan bahwa keputusan menutup toko tidak terhindarkan sebagai upaya “menata kembali operasional untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas”.

Saat ditanya alasan lebih lanjut mengapa Giant tak memperpanjang kontrak, juru bicara perusahaan menolak berkomentar. Juru bicara juga enggan menanggapi pertanyaan terkait nasib pegawai pada toko yang ditutup.

Penutupan lima toko Giant ini cukup mengejutkan jika berkaca pada kinerja sektor ritel Malaysia pada kuartal kedua tahun ini. Penjualan ritel meningkat 4,9 persen pada April hingga Juni, membalikkan kondisi penurunan senilai 1,2 persen pada Januari sampai Maret.

Walaupun terjadi perbaikan, pelaku industri biasanya menganggap kenaikan ini bersifat sementara dan didukung oleh peningkatan pengeluaran untuk Hari Raya Idul Fitri.

Asosiasi Pengusaha Ritel Malaysia mengatakan bahwa department store dan supermarket diperkirakan akan menghadapi penurunan penjualan hingga 2,5 persen pada kuartal ketiga 2017.