Nany. (Foto: dok.inapex)
Stephanie Nany Ratnawati. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – PT. Galuh Citarum sebagai pengembang Galuh Mas di Karawang mengaku sangat optimis industri properti 2017 akan mampu menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan.

Pengembang yang dirintis sejak 2004 silam tersebut, tengah membidik pengembangan konsep hunian komersial dan kebutuhan gaya hidup dipusat Kota Karawang Barat.

Menurut Stephanie Nany Ratnawati Deputy Director Operasional Housing Pusat Niaga dan Hunian Asri Terpadu ‘Galuh Mas’ pengembangan proyek real estate diatas lahan 110 hektar tersebut memiliki multi akses paling stategis ke sejumlah wilayah disekitar Kota Karawang.

“Letaknya yang mudah dijangkau,fasilitas lengkap dengan pilihan unit hunian komersial yang variatif. Sekarang ini pembangunan pelabuhan laut Cilamaya tengah dalam proses. Sedangkan tata lahan dan bangunan untuk Bandara Internasional Karawang telah berjalan,” tambah Nany Ratnawati, ketika ditemui INAPEX.co.id, di pameran Indonesia Properti Expo di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut Nany menilai,bisnis disektor properti diawal tahun 2017 ini terlihat terus mengalami peningkatan.

“Properti sudah semakin menggeliat, kebutuhan akan properti semakin tinggi. Galuh mas ada di Kota Karawang, dan kita memang menangkap tentang kebutuhan itu semakin tinggi,” katanya.

Peningkatan itu bukan saja terlihat pada kebutuhan properti, namun layanan perizinan juga mendapat dukungan dari pemerintah setempat.

Nany mengakui, sangat terbantu dan dipermudah melalui layanan perizinan dibirokrasi Pemerintah Daerah Karawang.

Hal itu dilakukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang diberikan melalui prosedur agar bisa memiliki rumah, tanpa membedakan status dengan syarat dan ketentuan berlaku.

“Kebetulan kita di Karawang memiliki tanah seluas 180 hektar, kita bangun dari awal hingga sekarang selalu disuport oleh Pemerintah Kawarang. Sehingga Galuh Mas mengalami kemajuanya sangat pesat,” ujar Nany Ratnawati.

Kemudian pertumbuhan properti membuat Kota Karawang menjadi sasaran empuk bagi para investor berdatangan.

“Kebetulan Karawang ini unik dan terbagi dua, sebagian dibelah Karawang Barat dan Karawang Timur, sebagai pusat industri. Lokasi ini merupakan pusat hunian semua berlomba-lomba untuk investasi disana untuk memenuhi hunian,” paparnya.

“Banyak investor asing mulai bergairah dan mau menanamkan modalkan-modalnya di Indonesia. Dalam hal ini kami tengah membidik diwilayah Karawang karena sangat berpotensi sekali untuk berinvestasi melalui penyediaan rukos,” tambah Stephanie Nany Ratnawati.

Lebih lanjut dikatakan, Rukost dibangun dengan konsep rumah kost yang terbilang baru di industri properti, khususnya di Karawang. Ia mengatakan, Rukost tersedia dalam dua tipe ukuran, tipe pertama berukuran 7,5 x 15 meter, sedangkan tipe kedua berukuran 7 x 18 meter.

“Kedua tipe ini dibangun dalam dua lantai dilengkapi dengan kamar mandi, dapur serta ruang tamu,” katanya.

Rukost adalah pioneer pengembangan property yang sangat mengesankan bagi para investor semenjak pembangunan awal.

Masih dikatakan Stephanie Nany Ratnawati, Market produk terbaru ini cukup luas, target penyewa adalah dari wilayah industri terbesar di Karawang Barat dengan pekerja yang saat ini mencapai ribuan serta mahasiswa/i kampus sekitar Rukost Galuh Mas ataupun lainnya memiliki potensi sangat baik.