Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Kendati dengan gaji sebatas Upah Minimum Regional (UMR), namun generasi milenial tetap bisa beli properti.

Tak perlu khawatir, milenial tetap bisa punya rumah dengan gaji UMR. Perencana keuangan Eko Endarto mengatakan bahwa porsi terbaik untuk berutang rumah adalah 30%.

“Misal gaji UMR Rp3,9 juta, 30% dari penghasilan berarti Rp1,2 juta per bulan. Daripada sewa baik kos atau kontrak lebih baik dia buat cicilan rumah,” ujar Eko saat menjadi pembicara disalah satu stasiun televisi di Jakarta, belum lama ini.

Jika sekarang masih tinggal dengan orangtua dan belum mau ditinggali sendiri, Eko menyarankan untuk dikontrakkan saja. Ketika niatnya mau dikontrakkan maka carilah nilai rumah yang lebih besar.

Menurut Eko, mengontrakkan rumah yang dibeli bukan untuk mencari untung melainkan mengurangi biaya cicilan per bulannya. Eko pun menganjurkan agar mengambil KPR dengan jangka panjang saja buat rumah pertama.

“Balik ke tujuan untuk apa beli rumah? Kalau nantinya mau ditinggali set jangka panjang sampai 30 tahun nggak masalah yang penting kita mampu mencicilnya setiap bulan. Nanti bisa jadi lebih ringan misal akhirnya hanya 10 tahun dengan adanya program disewakan. Kenapa saya juga sarankan jangka panjang karena KPR itu berbeda ya sama cicil mobil. Kalau aset rumah setelah tahun ketujuh atau delapan itu kita sudah untung jika mau dijual,” jelasnya.

Bagaimana soal DP? Nah ini sebenarnya yang perlu dipikirkan di awal sebelum membeli rumah. Eko lebih menyarankan untuk meminjam dari orangtua karena menyicilnya tanpa bunga. Namun kalau orangtua tidak memiliki uang coba mencari bayar DP dengan sistem cicilan.

Berbeda ketika milenial mengincar rumah di Jakarta. Rumah di kawasan DKI Jakarta sudah di atas Rp1 miliar sekarang. Jika harga rumah yang diincar Rp2 miliar maka pikirkan dulu untuk membayar DP sebesar 30%.

“Misalnya harga rumah Rp2 miliar ya 30% DP harus disiapkan dulu berarti Rp600 juta. DP dulu dikejar kalau nggak bisa ya jangan pilih di tengah kota, cari daerah lain. Tapi misalnya orangtua bisa kasih DP terus kita tinggal mencicil 30 tahun tinggal dihitung dari sisa hutang berapa per bulannya. Gambaran saya sisa Rp1,4 miliar selama 30 tahun, berarti hampir Rp 6 juta per bulan. Berarti dia harus punya gaji minimal Rp18 juta sampai Rp20 juta per bulan,” pungkas Eko.