Gairah pasar properti akan terbukti di IPEX 2018. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Gairah pasar properti akan terbukti pada hasil pencapaian target penjualan di pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) yang diselenggarakan mulai 22 – 30 September 2018 di Hall, A & B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

“Kami melihat pertumbuhan pasar properti di segmen menengah cukup besar. Meski saat ini pasar melambat, tapi dengan dukungan dari berbagai kebijakan pemerintah optimis ajang pameran properti ini bisa menggairahkan pasar,” tegas Vice Presiden Directur PT. Adhouse Clarion Events Igad Permana, di Jakarta, baru-baru ini.

PT. Adhouse Clarion Events, bekerjasama dengan PT. Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk, kembali menggelar pameran IPEX. Ajang promosi proyek properti ini, merupakan pameran yang digelar ke 34 kalinya diselenggarakan. IPEX 2018 memberikan kontribusi penting dalam penyediaan hunian bagi masyarakat.

“Perkembangan property komersial ditahun 2017 terbilang stagnan. Maka event ini, kami memfasilitasi antara pengembang dengan konsumen agar mampu menggairahkan industri properti berskala nasional,” tambah Igad Permana.

Pameran tertajuk ‘Pesta KPR BTN’ ini, masih dikatakan Igad Permana, sekaligus untuk membantu kebutuhan hunian sebagai solusi mengatasi backlog penyediaan beragam jenis produk real estate di Indonesia, serta menjadi rangkaian dari kegiatan untuk memperingati Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2018.

Menurut Igad Permana, penyelenggaraan IPEX periode September 2018 ini, melibatkan 200 peserta developer dan menampilkan 730 proyek properti dengan pilihan harga mulai Rp.197 juta dengan jangka waktu kredit sampai 30 tahun.

Selama pameran berlangsung, Bank BTN juga akan memberikan beragam promosi khusus bagi masyarakat diantaranya seperti suku bunga KPR mulai 6,25%, uang muka 1%, dengan total 169 stand (118 stand komersil & 51 stand FLPP).

Kebijakan pemerintah dalam pembiayaan perumahan masih akan menjadi penentu pasar properti 2018. Harga dan suplai properti, terutama pada sektor residensial, diperkirakan meningkat dengan target pengunjung 350.000 orang. Permintaan pasar akan tetap stabil, terutama pada pasar properti di bawah Rp.1 miliar.