Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Pada 2 – 10 Februari 2019, ajang promosi dan transaksi pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) kembali akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Presiden Direktur PT. Adhouse Clarion Events (ACE) Toerangga Putra mengaku sangat optimis pameran IPEX mampu mendorong pertumbuhan bisnis properti di Indonesia.

“Antusias pengunjung yang hadir pada IPEX tahun lalu ikut meningkatkan permintaan hunian serta mampu menarik investor asing untuk menanamkan modalnya disektor properti di Indonesia,” ujar Toerangga Putra, di Jakarta, belum lama ini.

Untuk menyukseskan IPEX 2019, ACE melakukan berbagai persiapan termasuk gimmick promosi menarik.

Sebelumnya pameran IPEX periode 2018, mampu menyedot 370.000 pengunjung yang berlangsung selama 9 hari. Jumlah pengunjung pameran meningkat 7.000 pengunjung dari total yang ditargetkan.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk merealisasikan total transaksi pembelian rumah dan apartemen sebesar Rp.8,7 Triliun atau naik dari target yang ditetapkan BTN Rp.5 Triliun.

Transaksi selama pameran berlangsung menunjukkan masyarakat sangat antusias beli rumah atau apartemen yang menjadi salah satu kebutuhan pokok.

“Total transaksi pembelian rumah dan apartemen sebesar Rp.8,7 Triliun atau naik dari target yang ditetapkan BTN sebesar Rp.5 Triliun selama pameran berlangsung selama 9 hari. Ini menunjukkan masyarakat masih antusias untuk pembelian rumah atau apartemen yang menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setelah sandang dan pangan,” kata Direktur Consumer PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Budi Satria.

Sekjen Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Anita Firmanti Eko Susetyowati mengatakan pameran IPEX 2018 dinilai sangat membantu bagi masyarakat untuk memenehui kebutuhan hunian.

“Bahkan pameran IPEX ini menjadi barometer pameran properti sekaligus pendongkrak ekonomi secara nasional. Apalagi, lewat pameran ini berdampak mengurangi angka backlog berkurang dari jumlah 7,6 juta masyarakat yang belum mempunyai rumah,” ujarnya.

Untuk mengatasi backlog perumahan, masih dikatakan Anita, pemerintah terus menggalakkan program satu juta rumah yang masuk dalam proyek strategis. “Program satu juta rumah merupakan program yang mendukung nawacita,” pungkasnya.

Terlepas itu, secara terpisah ditahun politik 2019 PT Wika Realty optimis akan mencapai target penjualan Rp.4,5 Triliun. Untuk mencapai target tersebut, Wika Realty akan meluncurkan hingga lima proyek baru disejumlah wilayah seperti Menado, Makasar, Bandung, dan Jakarta.

Terealisasinya proyek baru tak terlepas dari persiapan stok landbank yang cukup banyak. “Proyek-proyek baru itu akan kami luncurkan pada semester II 2019 setelah kita selesai IPO,” jelas Suyamat, Direktur Operasi dan Properti Wika Realty.

Menurutnya, dua proyek yang bakal diluncurkan di Manado. Di wilayah timur Indonesia itu, masih dikatakan Suyamat, Wika Realty mempunyai lahan 200 hektare (ha) di satu lokasi dan 70 ha di lokasi kedua. Lokasi pertama seluas 200 ha akan dikembangkan menjadi kawasan skala kota.

Saat ini rencana pengembangan proyek ini masih dalam proses perizinan dan design yang ditargetkan akan memakan waktu satu tahun ke depan. Proyek ini adalah kolaborasi Wika Realty dengan perusahaan lokal sebagai pemilik lahan.