Apartemen Rp.250 Jutaan, Incaran Bagus Untuk Pekerja dan Mahasiswa
Ilustrasi (Foto: cimanggiscity)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Dalam rangka untuk mendukung program sejuta rumah, Sinar Mas Land melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk bekerja sama dengan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA Gedung) sedang mengembangkan proyek Rusunami sederhana di BSD City.

Division Head Strategic Development Sinar Mas Land, Margiman dalam keterangan resmi di Jakarta, menjelaskan, pembangunan proyek itu menjadi dukungan nyata kedua perusahaan terhadap program pemerintah Sejuta Rumah, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kerjasama ini juga menjadi salah satu bagian dari komitmen Sinar Mas Land dalam melaksanakan kewajiban Hunian Berimbang fase kedua setelah pada tahap awal pembangunan BSD City dibangun 12.000 unit rumah sederhana,” ujarnya.

Ia menambahkan, Hunian Berimbang merupakan program pemerintah yang diberlakukan kepada pengembang properti di Indonesia, untuk menanggulangi kekurangan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Sinar Mas Land dan Wika gedung berkomitmen untuk mencukupi kebutuhan pemerintah dan menghadirkan Rusunami terjangkau serta berkualitas bagi masyarakat kelas menengah ke bawah,” tambahnya.

Direktur Utama, PT WIKA Gedung Tbk, Nariman Prasetyo mengatakan, pihaknya optimis dapat mengerjakan setiap proyek yang diberikan kepada perseroan dengan tepat waktu dan memberikan hasil terbaik sesuai harapan pelanggan.

“Perusahaan berkomitmen mendukung Sinar Mas Land dalam mewujudkan pengembangan Rusunami ini, yang merupakan bagian dari pelaksanaan kewajiban Hunian berimbang Sinar Mas Land di kawasan BSD City,” pungkasnya.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan percepatan realisasi Program Satu Juta Rumah.

Tercatat hingga September 2017, sedikitnya program itu sudah mencapai 623.344 unit, terdiri dari rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) 518.694 unit dan Non MBR 104.650 unit.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarief Burhanudin mengatakan sejak Program Satu Juta Rumah mulai dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 April 2015, jumlah rumah yang berhasil dibangun terus meningkat setiap tahunnya.

Melalui program ini, Pemerintah melalui Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian lainya mengajak Pemerintah Daerah, Pengembang, Perbankan dan pemangku kepentingan lainnya bekerjasama mengurangi angka kekurangan kebutuhan rumah (backlog) perumahan yang saat ini 11,4 juta rumah melalui target penambahan satu juta unit rumah setiap tahunnya.

“Pencapaian hingga bulan September 2017, angkanya sudah lebih tinggi dari capaian tahun 2015 yakni 699.000 unit. Hingga akhir tahun 2017 nanti, rumah yang terbangun ditargetkan lebih banyak dari tahun 2016 yang mencapai 815.000 unit. Kecenderungannya semakin menuju akhir tahun semakin meningkat pencapaiannya,” jelas Dirjen Penyediaan Perumahan PUPR Sjarief Burhanuddin dalam acara jumpa pers dengan tema Dukungan Pemerintah Dalam Percepatan Realisasi Program Satu Juta Rumah di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, baru-baru ini.

Sementara itu subisidi perumahan yang disalurkan melalui Ditjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, sampai dengan bulan Agustus ini, yakni subsidi berupa program KPR-FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) telah disalurkan bagi 8.014 unit rumah, SSB (Subsidi Selisih Bunga) bagi 46.757 unit dan SBUM (Subsidi Bantuan Uang Muka) sebesar 55.586 unit.