Komisi V DPR RI apresiasi pengembangan rumah swadaya. (Foto: pupr)
Komisi V DPR RI apresiasi pengembangan rumah swadaya. (Foto: pupr)

PAPUA BARAT, INAPEX.co.id, – Komisi V DPR RI mengapresiasi pengembangan proyek rumah swadaya dan rumah khusus di Provinsi Papua Barat.

Kegiatan itu merupakan realisasi program yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kami (Komisi V DPR RI–red) sangat bangga dan berterima kasih terhadap perhatian pemerintah khususnya Kementerian PUPR yang sangat peduli perkembangan perumahan dan infrastruktur di Indonesia Timur,” ungkap Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Michael Wattimena yang memimpin rombongan saat meninjau hasil pembangunan rumah khusus di Papua Barat, belum lama ini.

Menurutnya, rumah swadaya dan rumah khusus yang dibangun diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat di Papua Barat. Dalam kesempatan itu terlihat hadir Direktur Rumah Khusus, Robert Panusunan Marbun dan Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Papua Barat, Meda Killian.

Selain itu, Michael menambahkan, sedikitnya ada 2.000 program rumah swadaya di Indonesia, Kementerian PUPR mengalokasikan pembangunan rumah swadaya 200 unit yang berlokasi di tujuh Kabupaten. Kemudian, untuk Rumah Khusus dibangun 726 unit tersebar di 8 kabupaten. “Semoga pembangunan rumah ini bisa tetap dilanjutkan dan menjadi perhatian pemerintah,” tambahnya.

Sementara itu, Meda Killian mengatakan, berdasarkan data yang ada di lapangan sebanyak 50 unit rumah khusus yang berada di Teluk Mayalibit dan 50 unit di Pulau Batanta sekarang ini sudah selesai 100 persen dan sudah ada calon penghuninya.

Untuk proses serah terima aset, masih dikatakan Meda Killian, menunggu kelengkapan administrasi dan SK dari Bupati. “Kami harap hasil pembangunan perumahan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Robert Panusunan Marbun menambahkan Ditjen Penyediaan Perumahan mengalokasikan bantuan rumah khusus di Kabupaten Raja Ampat untuk nelayan dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 100 unit rumah yang terletak di dua distrik yang berbeda yaitu Teluk Maylibit dan Pulau Batanta.

Lahan untuk pembangunan rumah khusus ini merupakan hibah dari kepala kampung setempat dan proses penyeleksian penghuni pun diserahkan kepada kepala kampung.