Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)
Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id РDokumen ini wajib dipersiapkan, bagi pemilik lahan yang ingin membangun rumah baru. Diantarnya termasuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang wajib dimiliki seorang pemilik tanah yang akan mendirikan bangunan, menambah, mengurangi, atau mengubah bangunan sesuai keinginan.

Kendati demikian, harus diketahui bahwa bangunan yang mempunyai IMB juga tak kalah penting jika dilengkapi dengan Izin Penggunaan Bangunan (IPB) serta Kelayakan Menggunakan Bangunan (KMB).

Ketiga hal ini merupakan satu kesatuan yang berhubungan erat dengan legalitas kepemilikan rumah dan untuk mengelak sengketa yang bisa terjadi di hari selanjutnya.

Untuk memperoleh ketiganya pun tidak dapat dikelola secara serentak dan ada prosedur yang dilalui fase demi fase. Saat Anda mendirikan bangunan diperlukan IMB untuk legalitasnya.

Akan tetapi, IMB hanya berfungsi sebatas memperbaiki dan membangun bangunan, tak menempatinya. Apabila bangunan sudah jadi dan hendak untuk menempatinya, maka butuh mengurus IPB. Jika IPB telah dimiliki, maka selanjutnya juga wajib mempunyai KMB.

Lebih jelasnya mengenai ketiga dokumen tersebut, simak penjelasan berikut:

IMB

IMB dikeluarkan untuk membuat tata letak bangunan yang nyaman dan aman sesuai dengan peruntukkan.

Untuk ajuan permohonan mesti lengkap dengan formulir dan melampirkan beberapa persyaratan. Baik itu bangunan rumah tinggal atau bangun-bangunan.

IPB dan KMB

Setelah memperoleh IMB pemilik bangunan mesti mengurus IPB. Masa berlaku IPB biasanya 10 tahun untuk rumah tinggal dan 5 tahun untuk non rumah tinggal.

Untuk memperolehnya, pemilik mesti mendapat pengesahan dari Kepala Kecamatan di daerah tinggal. Sebelum pengesahan tersebut, akan ada pemeriksaan lapangan oleh sejumlah petugas pada bangunan pemilik.

Jika masa IPB selesai, maka pemilik mesti mengajukan permohonan Kelayakan Menggunakan Bangunan (KMB). Dengan cara, membuat permohonan tertulis paling lambat 30 hari, sebelum batas waktu penilaian kelayakan memakai bangunan.

Untuk waktu penyelesaian pengurusan KMB meliputi:

  • Bangunan rumah tinggal, paling lambat 25 hari kerja.
  • Bangunan bukan rumah tinggal, paling lambat 35 hari kerja.
  • Bangunan bukan rumah tinggal dengan kriteria ketinggian dan penggunaan tertentu, paling lambat 60 hari kerja.

Waktu ini tidak berlaku jika pemohon masih membutuhkan penyempurnaan dan perbaikan, sesudah hasil penelitian teknis. KMB diluncurkan jika penggunaan bangunan yang dimohon sesuai dengan IPB yang sudah diterbitkan sebelumnya.