Kawasan Premium di Kemang. (Foto: kps/christiesuharto)
Kawasan Premium di Kemang. (Foto: kps/christiesuharto)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Berbagai upaya penataan dikawasan Kemang terus disiapkan.

Diantaranya seperti berbaikan pedestrian dan drainase untuk pencegahan genangan air ketika intensitas hujan meningkat.

Langkah itu dilakukan sekaligus sebagai antispasi dampak banjir dikawasan permukiman premium yang lbeih dikenal masyarakat sebagai kalangan ekspatriat. Kemang, dikenal juga memiliki nilai tambah dari sektor hunian, kuliner, hiburan serta bisnis.

Tak hanya itu, Kemang pun di kenal sebagai kawasan yang mengangkat heritage Indonesia melalui berbagai ragam butik maupun galeri seni.

“Kemang tetap menjadi salah satu primadona hunian di Jakarta, baik untuk investasi maupun hunian,” pengamat properti Helmi, ketika ditemui INAPEX.co.id, di Jakarta, Rabu (16/11).

Selain itu, Helmi juga mengakui masih banyak yang menarik serta ingin menjadi kawasan investasi serta tetap menjadi primadona dikalangan ekspatriat.

Seperti lokasi yang strategis, tidak jauh dari pusat kota, dan segala kebutuhan mudah diperoleh.

Sehingga minat para investor menggarap Kemang tetap tinggi, sejalan dengan minat ekspatriat untuk tinggal di daerah ini.

Hal senada juga dikatakan, Dewan Pendiri Portal Berita Properti dan Investasi INAPEX.co.id, Toerangga Putra, memprediksikan ditahun 2017 sektor properti bisa tumbuh berkisar 12% sampai 15%.

“Salah satu pemicunya yaitu program pengampunan pajak (tax amnesty) yang digulirkan pemerintah dianggap sukses pelaksanaanya. Diharapkan dana yang telah di deklarasi oleh wajib pajak dapat diinvestasikan ke properti,” kata Toerangga Putra.

Untuk saat ini, masih dikatakan Toerangga, pengembang properti berharap dana yang sudah dideklarasikan wajib pajak melalui program tax amnesty, dapat diinvestasikan ke properti. Kemudian, dana dari program itu akan digunakan pemerintah untuk melanjutkan pembangunan.

Ini akan membuat perekonomian bergulir dan meningkatkan pendapatan masyarakat.  Jika roda perekonomian bergulir, kebutuhan properti juga akan meningkat.

“Dana tax amnesty tentunya perlu mencari instrumen investasi yang baru. Properti bisa menjadi salah satu alternatif terbaik sebagai instrumen investasi,” ungkap Toerangga.