Direktur Cimanggis City Agus Susilo. (Foto: PSM)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Direktur Cimanggis City Agus Susilo menilai penjualan unit apartemen akan tetap stabil, mengingat penjualan ditahun sebelumnya mampu melampaui target.

Pernyatan itu sekaligus membatah dampak negatif yang diakibatkan mementum Pilpres yang akan berlangsung April 2019 mendatang. Kendati begitu, Cimanggis City project property besutan PT. Permata Sakti Mandiri (PSM) merasa optimistis penjualan unit apartemen kian meningkat.

Apalagi, tercatat hingga akhir tahun 2018, 75% atau 685 unit dari 913 unit hunian dan kios Tower A apartemen Cimanggis City sudah terserap pasar dengan jumlah revenue yang didapat sekitar 278 miliar rupiah. Kesuksesan ini yang membuat PSM menggenjot pembangunannya agar berjalan sesuai rencana.

“Kebutuhan hunian di rentang harga 300 – 500 jutaan masih sangat besar. Politik, inflasi, kenaikan suku bunga bank, serta pertumbuhan ekonomi yang kurang menarik akibat kondisi pasar global tidak terlalu berpengaruh dengan segmen pasar menengah,” kata Agus Susilo, melalui siaran pers yang dikirim kepada INAPEX.co.id, di Jakarta, belum lama ini.

Ia menambahkan, penjualan unit Tower A akan dihabiskan di semester awal 2019 dengan target senilai 92 miliar rupiah dan segera meluncurkan tower selanjutnya ditahun ini. Kendati demikian, Agus Susilo tetap memastikan akan fokus pada pembangunan agar bisa diserahterimakan tepat waktu ke pemilik.

Terlihat foto bersama, Agus Susilo (tengah) selaku Direktur Cimanggis City & Windoko selaku Chief Development & Construction (CDCO) PT. PSM Foto bersama Tim Di Indonesia Properti Expo 2019. (Foto: PSM)

Keyakinan Agus, semakin beralasan jika berkaca pada kondisi pasar apartemen di wilayah Depok dan sekitarnya yang masih sangat prospektif. Terbukti, satu tahun lalu penjualan apartemen di wilayah itu masih berjalan, dengan varian produk beragam dan harga yang terus meroket. Apalagi, dengan mulai beroperasinya Tol Cimanggis – Jagorawi (Cijago) seksi II yang terhubung ke ruas Depok – Antasari (Desari).

Selain itu, ketersediaan fasilitas pendukung antara lain pusat perbelanjaan serta sejumlah kampus terkemuka (Universitas Indonesia, Gunadarma, dan Universitas Pancasila). Bahkan, dalam waktu dekat segera dibangun Universitas Islam Internasional (UII).

“Sejumlah fasilitas tersebut menjadi nilai tambah tersendiri bagi Cimanggis City. Karenanya, saat ini harga yang ditawarkan Rp319 juta per unit masih sangat terjangkau. Nilai ini sudah meningkat dibanding sebelumnya, seiring dengan terus bertambahnya value kawasan,” tuturnya.

Kebijakan pemerintah dan perbankan untuk memudahkan masyarakat memiliki hunian juga menjadi alasan PSM makin optimis merengkuh kesuksesan di 2019. Beberapa promo yang dihadirkan di pameran properti Indonesia Properti Expo (IPEX) JCC, Senayan pada 2 hingga 10 Februari 2019 masih relatif sama dengan tahun sebelumnya.

Cimanggis City selalu eksis di pameran properti seperti IPEX. Seperti yang diungkapkan Widodo, Marketing Manager Cimanggis City, dalam satu kali pameran pihaknya rata-rata menghasilkan 15 sampai 20 miliar rupiah atau jika dikonversi ke unit apartemen sekitar 30 hingga 50 unit terjual.

“Kami berikan harga dan diskon spesial penjualan di IPEX kali ini, tanpa DP dan gratis biaya KPA Bank serta dengan cicilan 2,9 jutaan saja Anda sudah bisa memiliki unit apartemen eksklusif di Cimanggis City,” ungkap Widodo.

Apartemen Cimanggis City merupakan hunian vertikal 24 lantai yang dibangun diatas lahan seluas 1 hektar dengan luas bangunan sekitar 65.000 meter persegi. Total unitnya berjumlah 1.600 unit apartemen dan kios dengan dua pilihan tipe, yaitu tipe 21 (studio) dan tipe 36 (2 kamar).

Berkonsep lagoon leisure, sehingga mampu memberikan kenyaman bagi penghuninya untuk beristirahat (relaksasi) setelah beraktivitas namun juga mampu sebagai tempat aktualisasi diri bagi keluarga dan hubungan sosial lainnya.

Hunian ini mampu mencuri perhatian tidak hanya dari harga terjangkau dengan konsep bangunan eksklusifnya, namun juga lokasi yang berada di kawasan asri dan hijau ditambah akses tranportasi 24 jam dan infrastruktur yang super lengkap seperti pintu Tol Cijago yang terhubung dengan ruas Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2 menuju Soekarno-Hatta International Airport ataupun sebaliknya, dekat juga dengan stasiun kereta Commuterline, LRT Cimanggis trase Cibubur–Bogor serta pusat bisnis dan perdagangan yang mampu menambah nilai investasi kedepannya.