Kebijakan ekonomi Indonesia dapat pujian dari Presiden Asian Development Bank (ADB) Takehiko Naka. (Foto: setkab)
Kebijakan ekonomi Indonesia dapat pujian dari Presiden Asian Development Bank (ADB) Takehiko Naka. (Foto: setkab)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Ditengah ketidakpastian keuangan global, namun diprediksi bakal mengalami pertumbuhan hingga 5,1%, kebijakan ekonomi Indonesia mendapat pujian dari Presiden Asian Development Bank (ADB) Takehiko Nakau. Bahkan pujian itu juga disampaikan Nakau usai diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Seiring membaiknya investasi swasta dan masih kuatnya tingkat konsumsi di Indonesia, ADB memperkirakan ekonomi Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan di 2017, atau naik dari 5,0% tahun 2016 lalu. Kemudian, laju inflasi yang tahun lalu hanya mencapai 3,5% diperkirakan akan naik tipis ke 4% tahun ini.

“Saya sangat terkesan dengan komitmen kuat pemerintah terhadap reformasi kebijakan yang membuat bertambahnya kepercayaan pasar dan lebih banyak rakyat Indonesia memperoleh manfaat peningkatan ekonomi,” kata Nakau sebagaimana dikutip siaran pers ADB yang dibagikan kepada wartawan usai Presiden ADB itu bertemu Presiden Jokowi.

Presiden ADB itu menambahkan, keyakinan prospek ekonomi Indonesia, dan menegaskan dukungannya bagi upaya pemerintah Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Nakau mendukung serangkaian reformasi kebijakan di berbagai bidang untuk meningkatkan investasi, memperkuat daya saing, serta mendiversifikasi perekonomian.

Selain itu, sejumlah program tersebut di antaranya 14 Paket Kebijakan Ekonomi yang telah dikeluarkan sejak September 2015 lalu, program tax amnesty, pengembangan sumber energi bersih, pengembangan sektor keuangan inklusi, juga program pendidikan dan pelatihan vokasional.

Menanggapi soal pendidikan vokasional, Nakau mengaku snagat mendukung upaya pemerintah Indonesia melalui peningkatan ekses, mutu, dan relevansi program pendidikan agar sesuai kebutuhan dunia kerja.

Oleh sebab itu, Nakau dijadwalkan akan mengunjungi sejumlah politeknik di bidang perkapalan dan elektronik yang menerima bantuan ADB di Surabaya.

Sementara, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, Presiden ADB Takehiko Nakau ini merupakan kunjungan yang ketiga kali ke Indonesia.

Kunjungan saat ini dimaksudkan untuk melihat perkembangan pembangunan di Indonesia dan sekaligus menyampaikan pemikiran-pemikiran dari ADB.

“ADB seperti diketahui adalah suatu lembaga yang didirikan di mana Indonesia menjadi salah satu stakeholder-nya. Berdiri sejak tahun 1966, dan Indonesia sebagai anggota ADB memiliki pangsa saham yang cukup besar, dan kita adalah anggota ADB dan sekaligus juga sebagai peminjam dari ADB,” kata Sri Mulyani kepada wartawan usai bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno mendampingi Presiden Jokowi menerima kunjungan Presiden ADB.

Menurut Menkeu, Presiden Jokowi menjelaskan berbagai persoalan terkait kemajuan perekonomian Indonesia, serta tantangan Indonesia saat ini dan ke depan.

“Dari mulai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi, memperbaiki infrastruktur, program tax amnesty, dan juga program untuk menyelesaikan atau mengurangi kesenjangan maupun kemiskinan yang merupakan fokus dari pembicaraan yang cukup besar,” ujar Sri Mulyani.

Ditambahkan Menkeu, Presiden juga memberikan contoh mengenai Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan bagaimana targetnya kepada masyarakat, terutama kelompok miskin.

Sri Mulyani mengatakan, dalam kunjungannya ke Indonesia itu, Presiden ADB Takehiko Nakau juga akan berkunjung ke Surabaya untuk mengunjungi 2 (dua) politeknik yang didukung oleh ADB, satu di bidang perkapalan dan satu lagi di bidang elektronik.

“Ini yang tadi disampaikan sangat sesuai dengan fokus Bapak Presiden untuk lebih banyak meningkatkan vocational training dan school di Indonesia,” ujarnya.