Director of Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi (tengah), melihat salah satu maket yang dipamerkan. (Foto: Sindonews)

SURABAYA, INAPEX.co.id – Hingga dipenghujung tahun 2018, PT Pakuwon Jati Tbk menargetkan penjualan sebesar Rp2,6 triliun. Per akhir September 2018, realisasi penjualan sudah mencapai Rp1,7 triliun atau 65,38 persen dari target.

Kemudian untuk mengejar target penjualan akhir tahun, salah satu pengembang properti terbesar di tanah air tersebut menggelar Pakuwon Group Property Exhibition 2018 di atrium Tunjungan Plaza (TP) 3.

Pameran digelar selama lima hari ini, emiten berkode PWON itu membidik penjualan sebesar Rp200 miliar. Proyek properti yang dipamerkan, mulai dari Surabaya barat, pusat hingga timur. Khususnya high rise building seperti Anderson, Benson, La Viz, The Icon dan juga Pakuwon Center.

“Seperti pameran-pameran sebelumnya, target penjualan kami adalah Rp200 miliar,” ujar Director of Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan Sutandi, pameran ini merupakan yang terakhir digelar di tahun ini. Ini karena pada 19 Nopember mendatang, proyek-proyek properti Pakuwon akan mengalami kenaikan antara 3 hingga 4 persen.

Dengan begitu, pameran ini bertujuan memberi kesempatan pada masyarakat untuk membeli properti dengan harga lama.

“Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk beli property sebelum harganya naik. Bagaimanapun, investasi properti itu tetap menguntungkan,” katanya.

Ke depan, masih dikatakan Sutandi, bisnis properti akan menggeliat. Selain karena daya beli masyarakat yang membaik, ada sejumlah kebijakan pemerintah yang merangsang pertumbuhan bisnis ini.

Antara lain, pelonggaran kebijakan maksimum nilai kredit atauLoan to Value (LTV). Lalu, rencana pemerintah untuk menghapus pengenaan pajak barang mewah (PPNBM dan PPH 22). Di sisi lain, inflasi juga terus terjaga. “Inilah mengapa kami cukup optimistis properti akan booming,” tandas Sutandi.

Terlepas itu, secara terpisah apartemen ini menawarkan keuntungan investasi hingga 40%. Hunian vertikal tersebut juga salah satu investasi yang menarik dengan kenaikan harga sampai 4 kali lipat dibandingkan harga sewaktu beli.

Direktur Utama PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty), Agung Salladin menjelaskan sejak dirilis 13 tahun yang lalu harga apartemen terjual sudah naik sekitar 50 % sehingga rerata keuntungan investasinya bisa mencapai 38-40% per tahun.

Berdasarkan beberapa proyek pembangunan WIKA Realty yang lain, kata Agung investasi di bidang apartemen khususnya Taman Kencana La Grande termasuk memberikan imbal hasil yang cukup tinggi dengan keuntungan investasi antara 20-25% per tahun.

“Tapi beberapa lokasi apartemen kita yang sangat strategis keuntungan investasi ini bisa sampai 40%. Misalnya di Sudirman, dalam waktu 1 sampai 2 tahun, ibaratnya kita tanam modal sudah bisa balik modal alias break event point (BEP),” katanya ketika meluncurkan Apartemen Tamansari Kencana di Bandung, belum lama ini.

Terletak di kawasan perumahan eksklusif Jalan Terusan Jakarta, Antapani Bandung, Apartemen Tamansari Kencana memiliki luas lahan 1,5 ha yang terdiri dari Apartemen tiga tower dengan 1.614 unit tersedia dalam empat tipe kamar, yaitu Tipe Studio, One Bedroom, Two Bedroom dan tipe Three Bedroom dengan harga sekitar Rp350 juta hingga Rp1,5 miliar sesuai dengan tipe unit yang dimiliki.