Royal Tajur Residence tahap awal. (Foto: theavebury)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Dipasarkan rumah mungil dengan konsep hemat energi yaitu Royal Tajur merupakan hunian terluas dikawasan Kota Bogor.

Proyek ini, berlokasi di Jl Raya Tajur, tak jauh dari kawasan wisata belanja tas Tajur, atau sekitar 4-5 KM dari pintu tol Baranangsiang di ruas tol Jagorawi.

Dari 80 hektar lahannya, namun belum ada separuhnya yang dikembangkan. Proyek PT Tajur Surya Abadi ini meraih penghargaan untuk desain rumah tipe 40/90 di klaster The Avebury kategori green design.

Royal Tajur telah memenuhi empat dari delapan kriteria ramah lingkungan yang dipakai sebagai acuan penilaian GPA.

Pertama, perumahan dibangun berdasarkan master plan yang ditentukan pemerintah setempat dengan koefisien dasar bangunan (KDB) 30 persen, baik di kawasan maupun di setiap kaveling.

Jadi, ruang terbuka hijaunya besar. Developer juga menata lahan di garis sempadan sungai yang melalui areal perumahan dengan berbagai tanaman keras.

Kedua, untuk kriteria pengelolaan air, Royal Tajur sepenuhnya memanafaatkan suplai air bersih dari PDAM, bukan air tanah.

Developer berupaya meresapkan air hujan sebanyak mungkin ke dalam tanah termasuk melalui lubang-lubang biopori.

Air hujan di klaster The Avebury sebelum dialirkan ke sungai, ditampung sementara di kolam atau pond yang saat ini sedang dibangun. Jadi, hanya over flow-nya yang dilepas ke saluran kota.

Ketiga, infrastrukturnya juga dikembangkan dengan pendekatan hijau. Misalnya, jalan utama dan jalan lingkungan di dalam klaster memakai perkerasan blok paving.

Jadi, jalanan tetap bisa meresapkan air dan mengurangi run off. Developer juga meletakkan semua utilitas di dalam tanah sehingga lingkungan hunian jadi rapi.

Keempat, yang paling kuat, desain bangunannya hemat energi. Di klaster The Avebury misalnya, developer mengembangkan rumah tipe 40 di atas kaveling 7,5 x 12 m2 secara couple (dua-dua), sehingga memungkinkan ada jendela di samping selain di depan dan belakang.

Ruang keluarganya juga didesain berplafon tinggi dilengkapi jendela samping. “Dengan desain seperti itu, sirkulasi udara di dalam rumah menjadi lebih lancar. Rumah sehingga nyaman dan sejuk tanpa AC, serta terang alami,” jelas Ardian Hendra, Project Manager Royal Tajur.

Royal Tajur butuh pengembangan fitur green lain seperti, mengajak partisipasi penghuni mengurangi pembuangan sampah.

Cara memilah sampah sejak di rumah antara yang organik dan anorganik, mengolah yang organik menjadi pupuk dan sebagian yang anorganik menjadi barang daur ulang. Jadi, sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) hanya sedikit.