Handbody dan Conditioner terlihat kadaluarsa. (Foto:dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Diduga akibat Handbody kadaluarsa, sejumlah tamu Arion Swiss Belhotel Menderita harus menderita gatal-gatal pada kulit kepalanya. Pasalnya, karena kelalaian layanan hotel ini akan membawa kasus ini ke Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI).

“Setelah memakai conditioner itu tiba-tiba rambut kepala saya merasa gatal dan baru saya tahu ternyata conditionernya itu sudah kadaluarsa produksi 2015. Ini sebuah kelalaian pihak pengelola hotel. Untuk kasus ini akan konsultasi ke pihak YLKI,” tegas seorang tamu yang tak bersedia disebut namanya kepada INAPEX.co.id, di Jakarta, Jum’at (25/8).

Dalam insiden tersebut, sumber mengaku telah menginap bersama suaminya untuk beristirahat di Airon Swiss Belhotel, Kemang, Jakarta Selatan, pada Minggu (20/8/2017) malam, usai pulang kerja.

“Awalnya saya memang ingin istirahat pulang kerja larut malam karena rumah saya di Depok, tapi faktanya harus menderita gatal di kulit kepala,” ungkap sumber tersebut.

Menanggapi tentang keluhan tamu hotel itu, saat dikonfirmasi INAPEX.co.id, Jum’at (25/8/2017), Executive Housekeeper Arion Swiss Belhotel Kemang, Prasetyo, mengaku mengenai pengadaan handbody dan conditioner tersebut melalui sebuah perusahaan vendor.

“Pengadaan handbody dan conditioner melalui vendor, nggak kebaca mungkin dari kitanya waktu itu. Antisipasinya sudah aman sekarang, misalkan ada yang expired langsung kita balikin. Jadi kecampur handbody lama, saya juga bingung. Saya juga nggak bisa ngetracknya karena itu kecampur tahun 2015 dengan tahun 2017 ini. Satu box gitu pas penerimaan barang, bentuknya kecil-kecil begitu dalam satu box jadi mungkin tidak terlihat,” jelas Prasetyo.

Lebih lanjut Prasetyo menjelaskan, untuk pengadaan barang sebagai fasilitas hotel berbintang empat tersebut pihaknya telah melakukan kontrak tetap dengan salah satu vendor.

“Kontrak sudah sama vendor dari Swiss Belhotelnya langsung. Mereka kirim per box jadi kalau dibukain satu-satu susah juga,” pungkas Prasetyo saat dihubungi via selullernya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak YLKI belum bisa dihubungi untuk diminta komentar, terkait penggunaan conditioner yang diketahui kadaluarsa tersebut.