Tipe Darva Sudut Cluster Albasia. (Foto: DPG)

JAKARTA, INAPEX.co.idDibandrol Rp.900 Juta, Cluster Albasia tawarkan hunian 2 lantai. Cluster ini merupakan bagian dari Kota Harapan Indah yang sudah memiliki sejumlah fasilitas.

Diantaranya seperti sarana pendidikan bertaraf internasional (AL-Azhar, John Paul School, BPK Penabur, dll), Eka Hospital, Mitra10, Universitas Esa Unggul, Living Plaza, Transera Waterpark, Hotel Santika Premiere, Courts Megastore, Giant Extra, Carrefour, Gramedia World, Area Kuliner Meli Melo, Pasar Modern, Harapan Indah Club dan masih banyak fasilitas lainnya.

Cluster Albasia dipasarkan dengan Promo Spesial Cicilan DP 4,5 Jt-an/bln dan DP bisa dicicil 24x Tanpa Bunga.

Hunian ini merupakan Cluster ke 5 yang dikembangkan di kawasan Greenara Residence dibangun di kawasan seluas 17 Ha.

Empat Cluster sebelumnya adalah Ebony, Damar, Cendana dan Balsa. Terdapat tipe rumah Lebar 6 tersedia tipe 54 Standard, Tipe 54 Hoek, dan rumah dengan Lebar 7 dengan tipe 64 Standard dan 64 Hoek.

Secara keseluruhan unit sudah dilengkapi dengan 3 kamar tidur dan dipasarkan 71 unit. Cluster Albasia merupakan cluster dengan lokasi strategis terdepan yang dikelilingi ruang terbuka hijau dan dilengkapi taman bermain anak.

Cluster Albasia akan dikelola langsung oleh management estate yang professional dari pengembang ternama dan terpercaya Damai Putra Group.

Sehingga lingkungan cluster akan dikelola dengan rapi dan bersih, serta didukung dengan keamanan 24 jam, jaringan listrik bawah tanah, dan akses gerbang satu pintu sehingga aman dan nyaman.

Secara terpisah, menjelang akhir tahun 2018, PT Metro Realty Tbk (MTSM), diharapkan mampu mencapai target pendapatan 77%.

Perusahaan salah satu emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) berbisnis di sektor properti, khususnya gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan, ditargetkan mencapai Rp27 miliar.

“Sepanjang Januari-September 2018, kami telah memperoleh pendapatan sebesar Rp20,77 miliar. Itu artinya, kami telah mencapai sekitar 77% dari target tahun ini,” ujar Sukardi, Direktur Independen MTSM, di Gedung Metro, Pasar Baru, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Sukardi menambahkan, disamping target pendapatan itu, manajemen perseroan juga berharap bottom line perseroan yang saat ini masih terlihat negatif akan terus terkikis habis hingga akhir tahun ini, sehingga dapat menjadi positif pada tahun depan.

“Pada periode selama sembilan bulan pertama tahun ini, kerugian perseroan dapat berkurang hingga 75,5% menjadi tinggal Rp791,36 juta. Diharapkan, kami sudah dapat membukukan laba pada tahun depan,” ujar Sukardi.

Sukardi mengatakan, manajemen perseroan sepanjang 2018 ini selalu mengupayakan untuk meningkatkan pemeliharaan (maintenance) gedung-gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan miliknya agar dapat senantiasa tertata rapi dan terpelihara terus.

“Untuk kegiatan pemeliharaan tersebut, kami telah merealisasikan belanja barang modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp2 miliar pada Januari-September 2018. Jika gedung-gedung itu tetap terpelihara dengan baik, maka kami akan lebih mudah untuk menawarkan kepada konsumen yang ingin menyewa gedung-gedung tersebut,” ujar Sukardi.

Oleh sebab itu, demikian Sukardi, manajemen perseroan pada 2019 mendatang akan berupaya untuk melakukan penyesuaian bisnisnya dengan kondisi yang ada. Langkah itu dilakukan agar perseroan senantiasa dapat memenuhi kebutuhan para penyewa gedung (tenant).

“Penyesuaian bisnis tersebut juga dilakukan agar dapat mendukung upaya kami untuk mencapai tingkat hunian (occupancy rate) antara 75-90%, terutama untuk gedung-gedung perseroan yang ada di Pasar Baru-Jakarta Pusat, Apartemen Metro Sunter di Jakarta Utara dan di Melawai-Jakarta Selatan pada tahun depan,” pungkas Sukardi.