Pengunjung IPEX 2018 terlihat sangat antusias mencari hunian. (Foto: dok.inapex)

 

DEPOK, INAPEX.co.id – Dibandingkan harga perdana, apartemen ini naik hingga 50%. Apartemen tersebut yaitu Grand Taman Melati Margonda 2 yang telah dilakukan topping off Adhi Persada Properti (APP) yang berlokasi tak jauh dari Stasiun Kereta Api Universitas Indonesia (UI).

Hunian vertikal berlantai 27 tersebut, menjadi tower ketiga, setelah apartemen Taman Melati Margonda dengan jumlah 800 unit yang sudah diserahterimakan ditahun 2013 dan tower 2 yaitu Grand Taman Melati Margonda dengan jumlah 507 Unit yang diserahterimakan 2015 lalu.

Menurut Project Director Grand Taman Melati Margonda 2 Elvira Wigati mengatakan, tower ini mulai dibangun bulan November 2016 dan dalam waktu sekitar setahun melakukan Topping off. “Pekerjaan konstruksi ini telah sesuai dengan jadwal pembangunan yang ada, dimana setelah topping off ini, kami bisa melakukan serah terima unit pada Desember 2018,” jelasnya, baru-baru ini.

Memanfaatkan lahan selahan seluas 3.705 m2, Grand Taman Melati Margonda 2 mempunyai total unit 939, yang terbagi dalam 23 Lantai. Type unit yang disediakan terdiri dari Type Studio A (24,30 M2) Semigross sebanyak 372 Unit, Type Studio B (27,75 M2) Semigross 380 Unit, type 1 Bedroomdengan (36,45 m2) Semigross 114 unit, Type Studio Cornerdengan (25,80 m2) Semigross 54 Unit, serta type 2 Bedroom (56,35 M2) Semigross 19 Unit.

“Apartemen dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mahasiswa, misalnya Student Centre, swimming pool, dan fasilitas lain. Apartemen yang terkoneksi dengan 2 tower sebelumnya ini, juga dilengkapi dengan fasilitas komersial lainnya, seperti mini market, laundry, sert fasilitas komersial lainnya,” ujarĀ Elvira Wigati.

Wahyuni Sutantri, Direktur Pemasaran APP mengatakan, saat ini 80 persen unit telah terjual dan harga terakhir mencapai Rp 643 jutaan. “Dari sisi harga, sejak di launching pada bulan April tahun 2016 hingga saat ini, kenaikan harga mencapai sekitar 50 persen dan kami optimis, dari sisa unit yang ada akan sold out pada akhir tahun ini,” kata Elvira Wigati.

Sementara itu, APP menginvestasikan Rp 450 Milyar untuk pembangunan proyek ini. Pengembang tersebut sangat concern dalam menyiapkan hunian yang bisa memenuhi kebutuhan untuk mahasiswa, seperti masalah keamanan, serta lingkungan yang mendukung. “Bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional yang melakukan penyuluhan secara rutin kepada para penghuni, demi langkah pencegahan narkoba masuk ke kawasan apartemen ini,” ujarnya.

Direktur Teknik Dan Pengembangan Usaha PT Adhi Persada Properti Pulung Prahasto menjelaskan, selain membangun di Depok, PT Adhi Persada Properti juga membangun apartemen sejenis. Tiga diantaranya adalah Taman Melati Surabaya MERR di dekat Kampus ITS, Taman Melati Sinduadi di dekat Kampus UGM Yogyakarta, Taman Melati Jatinangor didekat kampus Universitas Padjadjaran Sumedang, dan Taman Melati Dinoyo di dekat Universitas Brawijaya Malang.

“Pembangunan apartemen dekat kampus ini karena ada fenomena baru di kalangan mahasiswa, bahwa mereka lebih memilih tinggal di apartemen dibandingkan dengan tempat kost. Celah pasar inilah yang kami bidik,” katanya.

Kepada orangtua mahasiswa sendiri, pihak APP sendiri terus memberikan edukasi membeli apartemen untuk anak kuliah lebih menguntungkan. “Beli apartemen bisa menjadi sarana investasi. Anak bisa memanfaatkan kamar apartemen, kalau anaknya lulus bisa dijual beberapa tahun kemudian dan pasti untung. Kalau tidak dijual bisa juga disewakan,” katanya.