Di Karawang, Rumah Subsidi Rp.100 Jutaan diperbanyak
Rumah Subsidi di Karawang (Foto: rumahdijual)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Guna mempercepat penjualan rumah bersubsidi Rp.100 jutaan Perumahan Griya Mekar Indah, Karawang, PT Dynatal Tata Persada Sampurna menggandeng sejumlah perusahaan dan koperasi karyawan, serta paguyuban di kawasan industri Karawang dan sekitarnya.

“Kebutuhan rumah di Karawang masih sangat besar, terutama untuk perumahan bersubsidi. Tidak kurang dari 500-an pabrik ada di kawasan ini,” tutur Direktur Pemasaran PT Dynatal Tatapersada Sampurna (DTPS), Franklin Pianaung, Selasa (21/2).

Sekarang ini sebanyak tujuh perusahaan industri, koperasi karyawan dan paguyuban telah menandatangani kerja sama dengan DTPS.

Beberapa di antaranya ialah PT Sayap Mas Utama, Rumah Sakit IZZA, PT Asahi Mas, PT Yurim Indah Utama, PT Indofood, dan PT Astra Honda Motor (AHM).

Terakhir, Minggu (19/2/2017), kelompok usaha Eureka Group juga ikut melakukan penandatangan kerja sama dengan Paguyuban Gunung Jati.

“Jumlah pekerja atau karyawan di Karawang itu ratusan ribu. Kami sangat yakin akan terserap pasar dalam waktu singkat, karena pasar rumah bersubsidi sangat besar,” jelas Franklin.

Wakil Ketua Paguyuban Gunung Jati Karawang, Muhamad Susanto, mengaku menyambut baik pemasaran rumah bersubsidi ini.

Dengan harga terjangkau, menurutnya, pemilihan lokasi dan kualitas bangunan telah mewakili kebutuhan 11.000 anggota paguyuban itu untuk mempunyai rumah sendiri.

“Apalagi mayoritas dari anggota belum punya rumah sendiri,” papar Susanto.

Paguyuban Gunung Jati ialah komunitas warga dari empat kabupaten di Jawa Barat, meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kunigan. Mayoritas warga tersebut bekerja di kawasan industri Karawang.

Perumahan Griya Mekar Indah yang dikembangkan oleh PT Dynatal Tatapersada Sampurna merupakan rumah bersubsidi dengan konsep cluster. Lokasinya di kawasan Karawang-Cikampek, Jawa Barat.

Rencananya proyek hunian tersebut dikembangkan sebanyak 1.500 unit di lahan seluas 20 hektar. Proyek rumah murah ini meliputi tiga tipe, yaitu 22/60, 30/60, dan 36/75 dengan harga mulai Rp.100 juta sampai Rp.300 juta per unit.

“Bisa dibeli dengan skema KPR bersubsidi. Cicilannya mulai Rp.600 ribuan per bulan dengan uang muka Rp.500 ribuan,” tutur Direktur Utama PT Dynatal Tatapersada Sampurna Ugik Sugiyanto.

Menurutnya, sekarang ini strategi pemasaran rumah bersubsidi lewat kerja sama komunitas dan instansi dirasakan cukup efektif. Buktinya, hanya beberapa bulan sejak pertama kali Perumahan Griya Mekar Indah dipasarkan, telah terjual lebih dari 200 unit.

“Itu dari 800 unit yang kami bangun di tahap pertama,” jelasnya.

Direktur Utama Eureka Group Lukman Purnomosidi, menuturkan bahwa kehadiran GMI di tengah tingginya kebutuhan rumah murah layak huni di kawasan industri dinilai dapat dijadikan solusi, khususnya bagi karyawan dan pekerja.

Setidaknya, menurut Ketua Umum DPP REI periode 2004-2007 ini, upaya tersebut dijalankan sebagai kontribusi pengembang dalam menyukseskan program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah.

“Saya tahu persis masalahnya yaitu kekurangan suplai. Permintaan sangat banyak, tetapi sebagian kalangan pengembang masih enggan membangun rumah bersubsidi karena kesulitan lahan,” tutup Lukman.