Di Bekasi, Rumah Dekat Tol JORR 2 Hanya Rp.250 Juta
Ilustrasi (Foto: propertyhunter)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Terus berkembangnya infrastruktur di Bekasi dan sekitarnya membuat ISPI Group terus membangun proyek hunian. Baru-baru ini, ISPI meluncurkan proyek rumah tapak di Mutiara Columbus.

Perumahan tersebut memiliki luas 50 hektar berlokasi di kawasan Bekasi Timur. Posisinya dekat dengan akses tol baru JORR 2 yang menghubungkan Cibitung, Cimanggis, serta Jagorawi.

Manajer Proyek Mutiara Columbus sekaligus arsitek cluster terbaru ini, Budi Kurniawan mengatakan lokasi perumahan ini terintegrasi dengan kawasan industri MM2100 Cibitung, Bekasi. Maka dari itu, tambah Budi, potensi untuk memasarkannya sangat baik.

“Sekarang sudah terjual 156 unit dari total 172 unit lewat proses nomor urut pesanan,” jelas Budi.

Per unit, tambah dia, harga yang ditawarkan mulai Rp.250 juta sampai Rp.460 jutaan. Dengan harga terjangkau ini, menurut dia, potensi dari nilai sewa akan sangat menguntungkan, mengingat banyak karyawan pabrik industri di sekitar kawasan ini.

Pada 2018 mendatang, lanjut Budi, kawasan Bekasi Timur juga akan didukung moda transportasi modern, seperti LRT, kereta cepat dan akses tol JORR 2. Hal tersebut akan menjadi keuntungan tersendiri untuk pemilik hunian, baik pengguna langsung maupun investor.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Cakung, Jakarta Timur, tahun ini menghadapi nasib baik. Dua faktor kunci yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan kawasan datang sekaligus. Yakni, tambahan infrastruktur dan fasilitas.

Pada Mei 2017 akses tol Cilincing-Tanjung Priok beroperasi, disusul grand opening AEON Mall Jakarta Garden City, Cakung, akhir September lalu. Dua faktor ini menyita perhatian publik. Di Jakarta Garden City (JGC) dengan luas 370 ha penjualan rumah dan rukonya laris manis. Nilai propertinya juga semakin tinggi.

“Sekarang harga tanah residensial Rp.16 juta per m2, komersial Rp.25 juta,” jelas GM Marketing & Sales JGC, Hyronimus Yohanes, kepada pers di Jakarta, baru-baru ini.

Sebelumnya harga tanah di township besutan Modernland Realty ini senilai Rp.13 juta/m2, naik Rp.3 juta/m2 setelah mal beroperasi. Hyronimus mengakui mal menjadi pemicu utama kenaikan harga sebab langsung berpengaruh terhadap tingginya ekspektasi konsumen.

Koneksitas jalan tol yang membuat Cakung semakin mudah diakses dari berbagai kawasan Jabodetabek (Jakarta dan sekitarnya) ikut berpengaruh, namun pengaruhnya tak sebesar mal. Tiga tahun terakhir harga tanah JGC sudah berlipat dua kali. Tahun 2014 harga tanahnya masih Rp.8-9 juta/m2.