Desainer Interior Indonesia, Kebanjiran Proyek Pemerintah
Clerissa Jusuf, Desainer Interior (Foto: desain)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Pemerintah sedang mengebut pembangunan proyek-proyek infrastruktur semua wilayah di Indonesia. Beberapa proyek malah jadi prioritas pembangunan dan akan rampung dalam waktu dekat.

Masifnya pembangunan tersebut dirasakan juga oleh desainer interior lokal yang tergabung dalam Himpunan Desainer interior Indonesia (HDII) yang ikut kebanjiran proyek pemerintah.

“Sekarang HDII banyak mengerjakan proyek pemerintah, sebanyak 80 persen milik pemerintah,” jelas Ketua HDII Lea Aviliani Aziz di Jakarta, Kamis (6/10).

Lebih lanjut, tambah Lea, sebanyak 80 persen proyek yang tengah dan akan digarap oleh desainer HDII merupakan proyek pemerintah.

Sedangkan sisanya merupakan proyek swasta. Hal tersebut, menurut Lea, jadi indikasi positif untuk desainer agar ikut serta membangun bangsa.

Lea menjelaskan bahwa walaupun pertumbuhan ekonomi dinyatakan sedang menghadapi krisis, desainer interior tak begitu merasakan efeknya.

Oleh sebab itu, tak bergantung pada pembangunan baru, desainer masih memperoleh penghasilan dari bangunan-bangunan yang telah beroperasi.

Ia mencontohkan, perkantoran atau hotel pada umumnya membutuhkan renovasi tiap beberapa tahun sekali.

Apalagi, pemerintah juga tengah semangat-semangatnya menambahkan jumlah infrastruktur bangunan antara lain pelabuhan dan bandara.

Dalam pembangunan dua infrastruktur ini, pemerintah mengajak desainer lokal profesional.

“Kita lihat Presiden Jokowi (Joko Widodo) mengutamakan proyek-proyek untuk public spaces. Sampai 2025, sebanyak 240 bandara baru akan dibangun,” papar Lea.

Pemerintah memprioritaskan proyek-proyek pembangunan guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Sejumlah proyek fisik pembangunan infrastruktur transportasi meliputi stasiun, bandara, dan pelabuhan.

“Pembangunannya sudah sejak 10-15 tahun, tapi 3 tahun terakhir ini pentingnya desain mulai dilirik,” jelas Lea.

Hal ini, tambah Lea, nampak dari pembentukkan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Lea menilai bahwa pemerintahan sekarang ini sudah merasakan desainer-desainer interior berkontribusi pada devisa negara.

Ia menuturkan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah memprioritaskan proyek-proyek untuk area publik. Targetnya, hingga 2025 di seluruh Indonesia, paling tidak akan ada pembangunan 240 bandara baru yang dibangun.

“Proyek sudah ada dari dulu, tetapi ke depannya akan ada sentuhan baru melalui desain,” imbuh Lea.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, di dalam Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla (JK), sudah dua tahun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja.

Selama periode tersebut, sejumlah pembangunan infrastruktur dan perumahan sudah diinisiasi dan beberapa diantanya sudah rampung.

“Menyongsong dua tahun Kabinet Kerja kami akan melaporkan segala kinerja yang telah diamanahkan ke kami,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam jumpa pers di Kantor Kementerian PUPR Jakarta, Jumat (7/10).

(kps)