Progres proyek Apartemen K2 Park Serpong. (Foto: foroerase.blogspot.com)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Setelah dapat suntikan dana, Proyek Apartemen K2 Park di kawasan Gading Serpong, Tangerang, Banten, berganti nama menjadi Double Great Residence (DGR).

Sebelumnya, proyek ini sempat mangkrak dan akan digugat konsumennya. Namun, akhirnya mendapatkan suntikan dana, setelah Nantong Double Great Group (NDGG) asal China mengakuisisi 51 persen saham perusahaan developernya PT Prioritas Land Indonesia (PLI). Kemudian, sisanya 49 persen tetap dimiliki PLI.

Selanjutnya, untuk tahap pertama proyek DGR bakal dibangun tiga tower yang terdiri dari total 3.000 unit hunian dengan investasi Rp800 miliar. Proyek tersebut juga akan dilengkapi fasilitas Universitas Esa Unggul.

“Dengan bergabungnya Universitas Esa Unggul, proyek ini menjadi yang pertama di Serpong yang menggabungkan hunian berdampingan dengan kampus. Kami juga tengah menjajaki kampus lain untuk bergabung guna menjadikan tempat ini sebagai hunian edukatif bagi kaum milenial,” jelas Marcellus Chandra, Direktur Utama PLI, melalui siaran pers di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, pembangunan pondasi proyek diharapkan selesai dalam setahun. Proyek DGR sendiri nanti akan terdiri dari total enam tower 47 lantai (30-an unit/lantai) dengan tiga tower pertama yang mulai dibangun ini bisa diserahterimakan tahun 2022.

Seiring dimulainya proses pembangunan, PLI kembali menggencarkan pemasaran proyek dengan aneka gimmick marketing. Misalnya, promo friendly until topping off berupa bebas depe dan langsung mencicil mulai dari Rp1,9 jutaan/bulan hingga topping off.

“Ada banyak faktor terkait lokasi dan fasilitas yang membuat kami makin confident dengan prospek proyek ini. Lokasi kami berada di antara (kota baru) Lippo Karawaci dan Gading Serpong, dikelilingi sekolah dan kampus ternama, fasilitas komersial, dan aksesibilitas yang mudah ke tol Jakarta-Merak dan Jakarta-Serpong,” ujarnya.

Sementara itu, secara terpisah progres proyek lain yaitu perkantoran Citra Towers di Kemayoran, Jakarta Pusat terlihat semakin signifikan.

Direktur PT Ciputra Residence Nararya Ciputra Sastrawinata memastikan kemajuan tahap pembangunan fisik kawasan perkantoran khususnya North Towers, sampai saat ini pekerjaan struktur gedung sudah mencapai 100%.

Apalagi, proyek yang dikembangkan dikawasan perkantoran di Kemayoran tersebut luasnya mencapai 1,8 hektar. Gedung ini terdiri terdiri dua menara perkantoran setinggi 28 lantai dan podium retail yang terbagi menjadi dua zona.

Di tahap awal, proyek ini akan memiliki satu tower seluas 41 ribu meter persegi. “Sebentar lagi selesai pembangunannya. Luasannya sekitar 38 ribu meter persegi dengan total 407 unit ruang perkantoran strata tittle dengan luas per unit 18 sampai 174 meter persegi,” kata Nararya Ciputra Sastrawinata, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan Nararya, harga yang ditawarkan untuk proyek perkantoran itu dibandrol mulai Rp700 jutaan untuk ukuran 18 meter persegi2 yaitu produk inovatif Creative Office (CreO).

Ada juga tipe kantor ukuran 105 meter persegi yang harganya mulai dari Rp3,5 miliar. “Kami membidik pasar kantor korporasi dan pebisnis start up, karena karena kawasan Kemayoran ini kan ada di inner city Jakarta yang saat ini sedang mengalami pertumbuhan hunian vertikal dan komersial,” ujar Nararya Ciputra Sastrawinata.

Akhir November lalu, proyek perkantoran ini meraih penghargaan Best Green Office with Environmentally Retail Podium pada Indonesia Property&Bank Award (IPBA).

Sejumlah pertimbangan yang membuat Citra Towers mendapat penghargaan tersebut yaitu konsep bangunan hijau dan efisiensi penggunaan energi sekitar 42% dari bangunan standar dengan ukuran sama.