Ilustrasi (Foto: ksmtour)
Ilustrasi (Foto: ksmtour)

 

MEDAN, INAPEX.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dan Provinsi Bekes County, Hungaria, rencananya akan memperbarui kerja sama sister province-nya awal Desember 2017 ini.

Gubernur Sumut Erry Nuradi dan President of the General Assembly Bekes County Mihály Zalai menuturkan akan menandatangani kerja sama baru sister province antara keduanya di hadapan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di Budapest Hunggaria, Wening Esthyprobo F.

Erry berharap kerja sama ini dapat ditingkatkan lagi di bidang lain. Pasalnya, kerja sama antar provinsi beda negara ini telah berjalan sejak 2010. Dia mengungkapkan keinginannya supaya Sumut dapat bekerja sama dalam hal pengelolaan danau.

Pemprov Sumut memiliki Danau Toba terbesar di Asia Tenggara, dengan panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer. Sedangkan Hungaria punya Danau Balaton yang terluas di Eropa Timur sepanjang 77 kilometer dan lebar 13 kilometer.

“Kami harap bisa digagas kerja sama agar Sumut bisa belajar dalam hal pengelolaan kawasan danau. Banyak potensi yang bisa dikerjasamakan dan dikembangkan dengan Hungaria. Ibu Dubes diharapkan bisa menjadi jembatan Sumut dengan Hunggaria,”  tutur Erry, Selasa (17/10).

Menanggapi Erry, Wening menyatakan bahwa pihaknya akan menjajaki kerja sama dengan kawasan Danau Balaton.

“Saya akan bantu menindaklanjuti kemungkinan kerja samanya, apalagi sudah ada mandat dari Pak Gubernur,” lanjutnya.

Diakui Wening, manajemen pengelolaan Danau Balaton cukup baik dan dapat dijadikan pembelajaran. Mengelola danau untuk pengembangan pariwisata, ekonomi dan pelestarian lingkungan hidup.

“Di Danau Balaton setiap musim panas ada festival yang digelar setiap desa secara bergantian,” lanjutnya.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, waktu yang dimiliki pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), tidak lagi banyak tersisa. Beberapa proyek infrastruktur yang dijanjikan pada masa-masa kampanye pun menanti untuk diselesaikan.

Dari sekian banyak proyek infrastruktur, konektivitas antar wilayah lewat pembangunan jalan dan jembatan adalah prioritas.

Dalam jangka waktu 2015-2017, tak kurang dari 2.623 kilometer jalan yang sudah dibangun. Capaian tersebut cukup baik, mengingat pemerintah menargetkan pembangunan jalan dalam rentang 2015-2019 hingga 2.650 kilometer.

“Ini kebanyakan jalan perbatasan di Kalimantan, di Papua. Perbatasan sekitar 2.000 kilometer. Juga di perbatasan NTT di Pulau Timor,” tutur Kepala Badan Litbang Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga di Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Jakarta, Selasa (17/10).

Capaian serupa juga ditunjukkan pada pembangunan jembatan, yang dalam kurun waktu 2015-2017 telah mencapai 25.149 meter. Padahal, target yang akan dicapai sampai 2019 mendatang adalah 29.859 meter.

Sementara itu, untuk pembangunan jalan tol, Jokowi menargetkan pembangunan hingga 1.000 kilometer dalam kurun waktu lima tahun. Akan tetapi, pemerintah optimistis realisasi pembangunan jalan tol akan melebihi ekspektasi.

Hingga akhir tahun 2017, telah ditargetkan pembangunan hingga 568 kilometer. Sementara, sampai akhir 2019 mendatang diprediksi pembangunan jalan tol bisa sepanjang 1.852 kilometer.