Dana Rp.190 Triliun Untuk Infrastruktur dibiayai Oleh Siapa?
PT Sarana Multi Infrastruktur (Foto: ptsmi)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Sekitar Rp.190 triliun selama delapan tahun berkecimpung dalam pembiayaan infrastruktur negeri, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (Persero) Tbk dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur.

Sejak dibentuk oleh Kementerian Keuangan pada 2009 lalu, PT SMI sudah mendorong program pemerintah mulai dari pembangunan infrastruktur dasar meliputi jalan tol, bandara, palapa ring, dan pelabuhan hingga infrastruktur sosial yakni rumah sakit dan pasar.

“Sampai saat ini PT SMI telah membiayai berbagai sektor infrastruktur dengan total nilai proyek sebesar Rp.193,8 triliun dari total komitmen Rp.44,5 triliun,” papar Direktur Utama PT SMI Emma Sri Wartini, dalam acara “Sewindu PT SMI” di Hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Rabu (22/3).

Lebih lanjut Emma menuturkan bahwa semua modal yang disetorkan pemerintah kepada PT SMI sebanyak Rp.28,5 triliun sudah dipakai semuanya untuk mendanai komitmen pembiayaan.

Oleh sebab itu, PT SMI sudah berhasil membuat multiplier effect senilai 6,8 kali yang dilihat dari nilai modal terhadap nilai proyek yang sudah dibiayai.

“Sedangkan jika dibandingkan antara nilai proyek yang dibiayai terhadap total komitmen pembiayaan maka multiplier effect yang dihasilkan adalah 4,3 kali,” lanjut Emma.

Adapun pembiayaan yang dikerjakan PT SMI untuk membangun sejumlah infrastruktur, menyebar di seluruh penjuru negeri, dari Sumatera sampai Papua.

Portofolio pembiayaan PT SMI terbesar masih ada di Jawa dengan angka 44,96 persen.

Lalu, diikuti Sumatera 25,12 persen, Kalimantan 9,8 persen, Sulawesi 9,04 persen, Bali dan Nusa Tenggara sekitar 5,6 persen serta Papua dan Maluku 5,47 persen.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, PT Waskita Karya (Persero) Tbk menagih pemerintah membayar dana talangan guna pembebasan lahan beberapa proyek tol.

Selama 2016, Waskita telah mengeluarkan dana dan belum dikembalikan oleh pemerintah sebanyak Rp.8 triliun.

Menurut Direktur Operasional Nyoman Wirya Adnyana, ia mendengar dana tersebut akan dibayarkan dalam waktu dekat.

“Kemarin pemerintah ada dana dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mau dikembalikan dulu,” jelas Nyoman setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Gedung Waskita, Jakarta.

Nyoman mengaku pemerintah telah menerbitkan peraturan soal pengembalian dana talangan ini lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Menurutnya, kemungkinan dana talangan dari pemerintah baru akan dikembalikan ke Waskita pada bulan Maret 2017.

“Kami minta (dana talangan) itu dikembalikan dulu, untuk diputar lagi,” tutup Nyoman.