Ciputra Pasarkan 12.000 Unit Rumah Subsidi di Banten
Kerja sama Ciputra Group Dengan Hanson Land (Foto: Ciputra)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Citra Maja Raya akan berkomitmen membangun rumah subsidi di lahan seluas 2.000 hektare di Maja, Lebak, Banten.

Township hasil kerja sama Ciputra Group dengan Hanson Land tersebut harus menyiapkan beberapa syarat sebelum mengembangkan rumah yang ditujukan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tersebut.

Konsumen rumah bersubsidi memperoleh beragam kemudahan dari pemerintah, diantaranya bunga KPR 5 persen hingga lunas dan pembebasan PPN.  Bunga murah tersebut disubsidi pemerintah lewat sistem fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

“Untuk memasarkan rumah bersubsidi dan mendapatkan skema FLPP itu pengembang harus menyediakan beberapa syarat, misalnya infrastruktur dasar harus sudah ada dan rumahnya sudah siap. Sementara di sini kita menjual masih dalam bentuk gambar,” jelas GM Marketing PT Ciputra Residence Tbk (Ciputra Group), Yance Onggo, kepada pers di Jakarta, Kamis (13/10).

Ia menuturkan bahwa pihaknya terikat komitmen dengan pemerintah untuk membangun rumah subsidi. Hal tersebut merupakan bagian dari MOU yang telah disepakati dalam kaitan dengan pembangunan Kota Baru Maja (KBM) yang memperoleh dukungan penuh pemerintah.

KBM yang akan mencakup lahan seluas 18.000 hektare difokuskan untuk rumah murah dan subsidi. Pemerintah mendorong proyek tersebut dengan membangun infrastruktur jalan, kereta api, serta ketersediaan sumber air.

Citra Maja Raya sekarang ini memasarkan rumah murah non subsidi. Rumahnya tipe 22/60, 27/72, dan 36/72 dipatok mulai Rp.149 juta yang terletak di pengembangan tahap II. Selain itu tersedia  tipe real estat dengan harga mulai Rp.293 juta.

Pada tahap tersebut jumlah rumah sekitar 12.000 unit, 1.500 unit di antaranya tengah dipasarkan dan telah dipesan 1.100 unit. Pada tahap I terjual 7.000 rumah dan 500 unit ruko.

Pengembangan tahap I akan mulai diserahterimakan awal tahun 2017. Pengembang telah membangun jalan bulevar ROW 40 meter dan fly over di atas real kereta api.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan bahwa program pembangunan sejuta rumah sampai Oktober 2016 sebanyak 415 ribu unit.

Pencapaian tersebut sangat besar daripada periode yang sama tahun 2015 dan diharapkan dalam sisa waktu kurang dari 3 bulan dalam tahun ini pembangunan program sejuta rumah dapat mengejar pembangunan sebanyak 700 ribu unit.

“Untuk porsi 415 ribu unit ini sebanyak 316 ribu rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sementara sisanya non MBR. Pencapaian ini berdasarkan laporan dari kementerian maupun lembaga, pemerintah daerah, hingga kalangan swasta yang membangun sehingga pastinya angka riilnya lebih besar dari ini,” jelas Syarif Burhanuddin, Dirjen Penyediaan Perumahan PUPR di Jakarta.

(he)