Properti Berlomba Membangun Hunian dengan Kemudahan Akses
Membangun Hunian dengan Kemudahan Akses. (Foto: dok.IPEX)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Setelah mengalami peningkatan penjualan hingga dua bulan perta ditahun 2018 ini, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) cukup optimistis melihat prospek bisnis properti. Apalagi, disepanjang Januari-Februari 2018, CTRA berhasil membukukan marketing sales Rp 1 triliun (13%) dari target tahun ini. Pencapaian itu, dijelaskan Tulus Santoso, Direktur CTRA, tumbuh 16% jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penopang utama perolehan marketing sales tersebut adalah proyek di Surabaya dan di Jakarta. Pada Februari lalu, perusahaan ini meluncurkan pengembangan baru di Ciputra World Surabaya yaitu apartemen bertajuk Vertu dengan kapasitas 168 unit “Jadi dengan melihat penjualan di dua bulan pertama kami masih optimis pasar properti akan lebih baik tahun ini dan target kami akan bisa tercapai,” kata Tulus, baru-baru ini.

Sekitar 56% dari penjualan pemasaran selama dua bulan pertama itu menggunakan skema pembayaran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), naik dari tahun lalu yang hanya mencapai 49%. Peningkatan tersebut sejalan dengan strategi CTRA yang lebih banyak meluncurkan rumah-rumah tipe kecil sejak tahun lalu dengan harga di bawah Rp 2 miliar.

Dari pencapaian marketing sales tersebut, sekitar 70% disumbang oleh produk yang dijual dengan harga di bawah Rp 2 miliar. Meskipun begitu CTRA tetap merilis hunian menengah ke atas namun dengan porsi yang lebih kecil.

Ciputra Development melihat pasar properti yang akan lebih bergairah tahun ini masih akan segmen menengah dan menengah ke bawah. Oleh karena itu, Tulus bilang, pihaknya akan lebih fokus memasarkan produk baru atau proyek baru di segmen tersebut.

“Kami melihat pasar di bawah Rp 1 miliaran yang cukup bergeliat sehingga strategi juga harus disesuaikan dengan market yang ada. Tetapi kami juga akan menjual produk yang lebih mahal dengan porsi yang lebih kecil,” ujar Tulus.

Tahun ini, CTRA menargetkan marketing sales Rp 7,7 triliun. Guna mencapai target itu, perusahaan juga akan merilis proyek-proyek anyar. Tulus memastikan, pihaknya akan meluncurkan satu proyek baru tahun ini dan satu pengembangan baru di proyek eksisting.

Ciputra berencana meluncurkan proyek baru yaitu apartemen di kawasan Cawang pada September 2018. Proyek itu akan dibangun dengan di lahan seluas 7 hektare (ha). Rencananya di sana akan dibangun 10 tower apartemen yang menyasar segmen menengah dan akan dipasarkan secara bertahap. Proyek baru itu akan dikembangkan dengan menjalin kerjasama patungan (joint venture) dengan pemilik lahan. Namun, Tulus menceritakan lebih detil terkait rencana proyek itu.

Sementara proyek pengembangan dari proyek eksisting yang akan dirilis tahun ini adalah apartemen The Newton di Ciputra World Jakarta II, Jakarta Selatan. Ini merupakan proyek yang peluncurannya tertunda tahun lalu karena kondisi pasar dinilai belum cukup mendukung.

Sebelumnya, Harun Hajadi, Direktur Ciputra Group mengatakan, Ciputra Sub Holding II akan meluncurkan tiga proyek baru tahun ini. Satu di antaranya yaitu proyek reklamasi CitraLand City Losari sudah resmi diluncurkan pada pertengahan Maret lalu.

Sedangkan dua lagi ditargetkan akan meluncur pada semester II 2018 jika perizinannya sudah rampung. Proyek pertama adalah kawasan mixed use atau superblok bertajuk Citraland di jalan Setiabudi, Bandung. Ini akan dibangun di lahan seluas 2,7 ha yang akan mencakup tiga tower gedung tinggi. Di sana akan dibangun dua tower apartemen segmen menengah ke atas dan satu menara lagi mencakup perkantoran dan mal.

Proyek tersebut akan menelan investasi sebesar Rp 2,25 triliun termasuk untuk tanah. Proyek tersebut akan dibangun secara kerjasama operasi dengan mitra pemilik tanah. “Kami akan bermitra dengan pengusaha lokal. Rencananya akan diluncurkan akhir tahun ini tapi itu akan tergantung perizinan,” kata Harun.

Proyek kedua, Ciputra Group juga akan meluncurkan proyek apartemen di lahan seluas 13,5 ha di Pulau Gadung. Di sana akan didirikan 15 tower apartemen dengan kapasitas sekitar 28.000 unit. Proyek itu ditaksir akan memakan investasi Rp 5 triliun.

Sementara terkait kinerja keuangan, CTRA tahun ini menargetkan pendapatan dan laba bersih tumbuh masing-masing minimal 20% tahun ini. Tulus optimis target itu bisa tercapai karena marketing sales perusahaan tahun 2017 sebetulnya masih tumbuh dari tahun sebelumnya walaupun tidak mencapai target. “Selain itu, tahun ini kami akan membukukan pengakuan pendapatan yang harusnya tahun 2017 tetapi mundur ke 2018. Jadi pendapatan CTRA akan tumbuh tahun ini,” pungkas Tulus.