Booth Perumnas di Pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Rumah murah yang tersedia di Kemayoran Jakarta Pusat ini, ternyata cicilan hanya sebesar Rp.1,5 juta per bulan. Pastinya, pengembangan hunian yang digencarkan oleh Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut diharapkan dapat terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kemudian, selain di wilayah pinggiran Jakarta, juga terdapat proyek hunian murah yang lokasinya berada di dalam kota Jakarta.

Sementara hunian yang berlokasi di Kemayoran, tersedia 288 unit yaitu berupa Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami). Tak hanya itu, proyek Rusunami tersebut merupakan hunian yang dibangun oleh Perum Perumnas yang masuk dalam Tower A5. Di tower ini, selain hunian, juga ditawarkan 34 unit berbentuk kios.

“Saat ini sudah terbangun 100% (konstruksinya) dan kita launching (pasarkan),” ujar Direktur Pemasaran Perumnas Muhammad Nawir saat ditemui INAPEX.co.id disela-sela kegiatan launching di Jakarta, baru-baru ini.

Unit hunian yang ditawarkan memiliki luas 27 meter persegi yang dilengkapi dengan 1 kamar tidur, ruang keluarga, 1 kamar mandi dan dapur. “Bukan tipe studio. Tapi ini ada kamarnya, 1 kamar,” sambung katanya.

Untuk satu unit hunian yang ditawarkan harga yang ditetapkan adalah Rp 259 juta yang bisa dimiliki dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR Subsidi. Yakni KPR dengan DP ringan hanya 1-5%, dan bunga KPR ringan hanya 5%, tetap selama masa cicilan.

Dengan skema ini, masyarakat yang mengajukan hanya perlu menanggung cicilan Rp 1,5 juta/bulan untuk dengan tenor 20 tahun atau Rp 1,8 juta/bulan untuk tenor 15 tahun. “Ini pakai skema FLPP. Pembeliannya harus dengan KPR FLPP, enggak boleh cash. Karena ini untuk MBR, jadi enggak boleh cash. Kalau cash, nanti yang beli spekulan,” sambung dia.

Selain itu, agar dapat memiliki salah satu unit hunian yang ditawarkan, masyarakat yang bersangkutan harus memenuhi persyaratan FLPP yangdipersyaratkan.
Dari mulai batas maksimal penghasilan Rp 7 juta, belum pernah memiliki rumah sebelumnya, dan berbagai persyaratan lainnya.

“Persyaratannya sangat ketat agar tidak jatuh ke tangan spekulan. Kewenangannya ada di Perbankan. Jadi kalau enggak sesuai kriteria FLPP, dia enggak bisa mengajukan. KPR-nya tidak akan disetujui bank. Saat ini kami bekerja sama dengan Bank BTN Syariah dan Arthagraha,” pungkas Nawir.

Sementara itu, secara terpisah penjualan perdana Apartemen Cimanggis City terbukti sudah sold out hingga 30% dari total 9.12 unit apartemen dan kios.

Direktur Utama Cimanggis City, Agus Susilo membenarkan soal penjualan perdana itu merupakan awal yang baik, dalam meneruskan pengembangan hunian yang bermutu bagi masyarakat urban, yang kesehariannya beraktivitas di Kota Depok, Jakarta dan sekitarnya, dengan harga terjangkau.

“Ekspektasi masyarakat akan hunian di Jakarta dan sekitarnya sudah banyak yang berubah, hunian vertikal kini bukan hanya jadi pilihan alternatif, namun sudah menjadi pilihan utama sebagai tempat tinggal yang nyaman sekaligus menjadi investasi yang menguntungkan karena itu hari ini penjulan perdana Cimanggis City ramai oleh pembeli,” kata Agus dalam siaran pers, belum lama ini.

Lebih lanjut Agus Susilo menambahkan, Cimanggis City melakukan penjualan perdana unit apartemennya, sekaligus menandatangani Perjanjian Kerjasama Pembiayaan KPA oleh Bank Tabungan Negara (BTN), di Marketing Gallery Cimanggis City, Sabtu (20/5).

Penandatanganan tersebut dilakukan Agus Susilo dengan Bank Tabungan Negara yang diwakili oleh Satya Widjayantara selaku Kepala Wilayah Regional 1 Bank Tabungan Negara.

Cimanggis City adalah apartemen setinggi 24 lantai yang berdiri di lahan seluas 1 hektar dengan luas bangunan sekitar 65.000 meter persegi. Total unitnya berjumlah 1.600 unit apartemen dan kios, dengan dua pilihan tipe, yaitu tipe 21 (studio) dan tipe 36 (2 kamar).