Cek yuk, Promosi-Promosi Hunian di Akhir Tahun dan Awal Tahun
Promo Apartemen (Foto: rst)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Pulihnya kondisi pasar properti merupakan peluang besar bagi developer untuk memperoleh ceruk bisnis yang semakin kompetitif. Momentum promosi akhir tahun dan awal tahun pun mulai diberikan.

Tidak hanya memberikan penawaran khusus, pengembang juga mengedukasi produknya ke konsumen. Salah satunya Daniland Group lewat bendera PT Pardika Wisthi Sarana lewat produk Woodland Park Residence.

“Kami mengedukasi bahwa produk berkualitas itu harus memiliki kelebihan dan bisa menaikan nilai investasi yang dibenamkan si konsumen,” papar Direktur Utama PT Pardika Wisthi Sarana, Ahmad Setiadi, di Jakarta, belum lama ini.

Dedi membenarkan kondisi pasar yang berjalan pulih membuatnya optimistis produk apartemen yang dijual akan segera habis terjual sampai akhir tahun. Oleh sebab itu, dia memperkuat strategi promosinya.

Proyek tersebut berlokasi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan memasarkan 7 tipe apartemen yang seluruhnya siap huni.

Tipenya mulai Studio, 1 Bedroom, 1 Bedroom + 1, 2 Bedroom, hingga townhouse dan penthouse. Woodland Park juga disiapkan sebagai perpaduan antara tempat tinggal, perkantoran dan area komersial.

Tidak hanya kemudahan cara bayar, tambah Dedi, mulai November sampai Desember pihaknya memberikan tawaran untuk menginap semalam di Swiss-Belresidences Kalibata sesudah proses non-refundable booking fee sebesar Rp.10 juta.

“Gratis menginap selama satu tahun untuk setiap pembelian unit apartemen. Konsumen bisa menginap sebanyak 20 hari dalam setahun di setiap akhir pekan,” papar Dedi.

Dedi menuturkan bahwa kondisi pasar yang positif mesti direspon dengan penawaran yang dapat menarik minat konsumen supaya merasa memperoleh keuntungan dari produk yang ditawarkan.

“Ini soal memanfaatkan momentum saja,” tutur Dedi.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Memasuki November 2016, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengakui sudah menyerap anggaran 58,90 persen dengan disertai realisasi fisiknya sekitar 66,54 persen.

Bila dikonversikan ke dalam jumlah, anggaran yang telah diserap senilai Rp.58 triliun dari total Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) perubahan Rp.98,48 triliun.

“Progres ini jika dibandingan dengan waktu yang sama pada tahun 2015 masih di atasnya di mana tahun lalu progres realisasi keuangan sebesar 52,35 persen,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran pers, Kamis (3/11).

Basuki mengakui bahwa pencapaian tersebut didapatkan dari sejumlah upaya percepatan seperti mendukung penyelesaian masalah pembebasan lahan sampai pekerjaan konstruksi bisa segera dilakukan.

Selain itu, memerintahkan juga kontraktor atau konsultan untuk mengerjakan penagihan pembayaran sesuai waktu yang telah ditentukan.

Kemudian, menginstruksikan kepada pelaksana pekerjaan atau penyedia jasa untuk menambah jumlah peralatan dan tenaga kerja supaya bisa memberlakukan pekerjaan tiga shift per hari dan tujuh hari per minggu.

(kps)