Cari Sekarang, 4 Perumahan Rp.300 Juta Dekat BSD City
Perumahan Dekat BSD City (Foto: travelerien)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, masih ada pengembang yang menawarkan rumah dengan harga terjangkau. Setidaknya terdapat empat perumahan memasarkan rumah senilai Rp.300 juta.

Berlokasi di Rawakalong, sekitar 15 menit dari BSD City. Keempat perumahan tersebut ialah Grand Pakis Residence, Bukit Dago, Vila Cendana, dan Graha Galur.

  1. Bukit Dago

Sekitar 100 hektare  di Jl. Pendidikan tinggal menawarkan sekitar 100 unit. Terkecil tipe 36/60 dibanderol Rp.260 juta dengan DP 30 persen, angsurannya Rp.2,2 juta per bulan selama 15 tahun.

Untuk hunian Rp.300 jutaan tipenya sama 36 m2 dengan kaveling 78 – 90 m2 senilai Rp.302 juta dan Rp.398 juta. Penghuninya telah padat dilengkapi area komersial dan kolam renang.

  1. Vila Cendana

Tak jauh dari Bukit Dago dengan pengembangan dalam skala kecil. Vila Cendana di Jl. Cendana hanya memasarkan 35 unit dengan satu tipe 36/60 seharga Rp.333 juta.

Uang mukanya sebesar 10 persen bisa dicicil sebanyak tiga kali. Nantinya angsuran konsumen setiap bulan selama 20 tahun sebesar Rp.2,9 juta.

  1. Graha Galur

Masih dalam area Jl. Cendana, Graha Galur memasarkan tipe 40/72 dengan harga Rp.360 juta. Uang muka yang harus dibayarkan sebanyak 20 persen dan angsurannya sekitar Rp.3 juta per bulan.

  1. Grand Pakis

Perumahan ini memasarkan rumah senilai Rp.385 juta dengan tipe 38/72. Berada di lahan seluas 7,3 hektare, Grand Pakis memasarkan rumah sebanyak 300 unit. Tahap pertama hanya menyisakan 40 unit.

Dua tipe lainnya 48/84 seharga Rp.565 juta dan 85/105 Rp.915 juta.  Dari empat perumahan ini Stasiun Rawa Buntu dan jalan tol Serpong – Jakarta kira-kira 15 menit.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kerja sama dengan Bank Dunia untuk memberikan kemudahan agar pekerja memperoleh pembiayaan perumahan.

Oleh sebab itu, pemerintah mencanangkan Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Konsepnya hingga sekarang ini masih digodok dan dimatangkan.

“Program ini khusus untuk pekerja formal dan informal yang sulit mengakses perbankan. Untuk itu pemerintah akan membuat skema pembiayaan berbasis tabungan, (syaratnya) MBR menabung dulu, setelah itu  baru bisa mendapatkan bantuan pembiayaan untuk membeli rumah,” jelas Dirjen Pembiayaan Perumahan Kemenpupera, Maurin Sitorus.

Dalam tahap awal Bank Dunia berkomitmen memberikan bantuan pembiayaan sebanyak 197 juta dolar AS. Dana inilah yang akan digunakan untuk membiayai pembangunan 715 ribu unit rumah. Jumlah bantuan yang diberikan Rp.27 juta per rumah.

“Jadi ini berbeda dengan FLPP dan program bantuan perumahan lainnya. Bantuan ini diberikan di awal sebagai uang muka dengan melihat track record tabungan nasabah dengan  bunga komersial. Rencananya pelaksanaannya Maret 2018,” tambahnya.

(he)